Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Hanya 5 Pemuda NU, Dosen Muda dari Sulawesi Juga Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog

Nahdlatul Ulama (NU) sedang jadi sorotan setelah 5 pemuda warga Nahdliyin menemui Presiden Israel Isaac Herzog baru-baru ini. 

Editor: Edi Sumardi
INSTAGRAM.COM/@YAAKOV_BARUCH
Pemimpin jemaah Yahudi dari Sulawesi Utara, Yaakov Baruch Palilingan alias Rabbi Yaakov Baruch (kiri) saat bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog baru-baru ini, bersama dengan lima pemuda NU. 

Menurut Anwar, Indonesia dengan tegas menentang agresi militer Israel ke Palestina yang dinilai sebagai bentuk penjajahan.

Dalam konstitusi Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, para pendiri bangsa telah menetapkan bangsa Indonesia menentang seluruh penjajahan di atas dunia karena tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.

Palestina saat ini tidak hanya dijajah, tetapi juga menerima tindakan genosida dengan membunuh lebih dari 36.000 orang sejak Oktober 2023.

"Keadaan semakin mengenaskan lagi karena kebanyakan dari mereka yang telah tewas dan terluka tersebut adalah kaum perempuan dan anak-anak," tutur Anwar.

Pemimpin Yahudi Sulawesi

Selain lima pemuda NU, ternyata dalam pertemuan tersebut turut serta pemimpin jemaah Yahudi dari Sulawesi Utara, Yaakov Baruch Palilingan alias Rabbi Yaakov Baruch.

Yaakov Baruch melalui akunnya di Instagram @yaakov_baruch, memamerkan foto pertemuan dengan Presiden Israel.

Dalam pertemuan itu, ia memakai setelan jas abu-abu bercorak garis hitam.

"Precious meeting with the President of Israel H.E Mr @isaacherzog," tulis Yaakov Baruch yang duduk di hadapan Presiden Israel.

Yaakov Baruch merupakan pemimpin Synagogue Shaar Hashamayim, yang berlokasi di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.

Pria kelahiran 14 November 1982 itu saat ini berstatus sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, jurusan Hukum Internasional dan Hukum Humaniter Internasional.

Ayahnya, Toar Palilingan merupakan seorang penganut Kristen Protestan dan bersuku Minahasa.

Sementara almarhumah ibunya Cilia Damopolii bersuku Mongondow.

Yaakov Baruch pernah bercerita jika memutuskan menganut agama Yahudi saat masih duduk di bangku SMP setelah nenek sebelah ibunya memberitahunya bahwa ia memiliki keturunan Yahudi.

Ia kemudian menelusuri silsilah keluarganya dan mendapati bahwa ia punya keturunan Yahudi.

Ketika ia memutuskan untuk menganut agama Yahudi, agama nenek moyangnya, tak ada pertentangan sama sekali dari kedua orangtuanya; dan baik dirinya dan orangtuanya "bisa saling menerima”.

Kakek buyut dari garis keturunan ibunya adalah Elias van Beugen yang merupakan imigran Yahudi Belanda.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved