Tak Hanya 5 Pemuda NU, Dosen Muda dari Sulawesi Juga Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog
Nahdlatul Ulama (NU) sedang jadi sorotan setelah 5 pemuda warga Nahdliyin menemui Presiden Israel Isaac Herzog baru-baru ini.
Padahal, kata Gus Ipul, NU sebagai organisasi berada di barisan depan mengutuk serangan terus menerus yang dilakukan Israel.
• Warga Luwu Raya Aksi Akbar Bela Palestina di Kota Palopo, Produk Israel Tetap Diboikot
Jika ditemukan unsur pelanggaran organisasi, bukan tidak mungkin kelima orang ini akan diberhentikan dari statusnya sebagai pengurus lembaga atau banom.
Pertemuan kelima aktivis NU dengan Herzig berbanding terbalik dengan sikap pemerintah Indonesia yang masih sibuk mengecam serangan kekerasan dan pelanggaran kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap Gaza, Palestina.
Tak terhitung sudah seruan, kecaman dan desakan agar Israel menghentikan agresi yang sudah mendekati tindakan genosida tersebut.
Terbaru, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun X resminya, Minggu (14/7/2024) yang menyebut serangan Israel di kamp pengungsian Al Mawasi sebagai tindakan biadab.
Tindakan tak beradab itu ditentang keras, dikutuk, karena membunuh orang tak berdaya dengan perlindungan tenda seadanya menggunakan peralatan tempur canggih luar biasa.
"Indonesia mengutuk keras kebiadaban dan pembantaian Israel berulang dan kini kembali terjadi di Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan," tulis Kemenlu.
Pemerintah Indonesia menilai, serangan Israel yang membunuh para pengungsi sebagai polah pelanggaran hukum internasional yang terus berulang, tetapi dibiarkan saja oleh dunia global.
Oleh sebab itu Indonesia meminta agar komunitas internasional bisa mengambil langkah nyata agar negara yang dipimpin Isaac Herzog itu bisa bertanggung jawab.
Juru Bicara Kemenlu Roy Soemirat pun menegaskan, pertemuan lima aktivis NU tak terkait dengan sikap resmi pemerintah RI.
"Kemlu tidak dalam posisi untuk memberikan komentar terkait kunjungan tersebut, yang memang tidak terkait dalam bentuk apapun dengan posisi resmi Pemerintah RI," ujarnya.
Aktivitas ormas tertentu dinilai sebagai sikap pribadi yang tak mewakili Indonesia yang hingga saat ini terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kritik atas pertemuan itu juga disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas.
Ia menyebutkan, orang bermesraan dengan Israel yang sedang melakukan genosida di Palestina adalah orang yang kehilangan hati nurani.
"Jika ada dari anak-anak bangsa ini yang bermesraan dengan Israel padahal negara zionis tersebut kita tahu telah berbuat zalim dan aniaya terhadap rakyat Palestina, maka hal demikian merupakan pertanda mereka sudah tidak punya hati nurani dan tidak punya rasa keadilan serta perikemanusiaan," ujar Anwar.
pemuda NU bertemu Presiden Israel
Presiden Israel Isaac Herzog
Nahdlatul Ulama
Rabbi Yaakov Baruch
Sosok Irfan Yusuf Politisi Gerindra Calon Kuat Menteri Haji dan Umrah, Kader NU Cucu Hasyim Asyari |
![]() |
---|
Profil Mochamad Irfan Yusuf Calon Kuat Menteri Haji dan Umrah, Wakil Ketua LPNU |
![]() |
---|
Puang Ramma Muassis NU |
![]() |
---|
Menyoal JATMA Aswaja, JATMAN dan MATAN |
![]() |
---|
Duet Niam – Idy Resmi Pimpin Majelis Alumni IPNU, Presidium Sulsel: Kolaborasi Semua Elemen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.