Bripda NRN Ajudan Wakapolres Sorong Tewas Tergantung di Rumah Dinas
Bripda NRN baru tiga bulan menjabat ajudan Wakapolres Sorong Kompol Emmy Fenetiruma.
TRIBUN-TIMUR.COM - Bripda NRN ditemukan tewas tergantung di rumah dinas Wakapolres Sorong Kompol Emmy Fenetiruma, Senin (15/6/2024).
Rumah dinas Wakapolres Sorong berada di Kompleks Perumahan Pemda, Kilometer 24, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Bripda NRN baru tiga bulan menjabat ajudan Wakapolres Sorong Kompol Emmy Fenetiruma.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Sele Be Solu Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat sekitar pukul 18.00 WIT.
Kapolres Sorong AKBP Edwin Parsaoran mengatakan, Bripda NRN ditemukan gantung diri di pintu keluar dapur rumah dinas Waka Polres.
Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya.
Saat kejadian, rumah dinas Waka Polres dalam keadaan kosong.
Kompol Emmy Fenetiruma sedang cuti ke Jayapura bersama keluarganya.
"Jadi tidak ada orang lain di rumah dinas tersebut," kata Edwin, Selasa pagi (16/7/2024).
Pihak kepolisian masih mendalami motif kejadiannya.
Apalagi tidak ada orang lain di sekitar TKP.
"Hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan karena saya ada di rumah sakit pada saat visum itu," ujar kapolres yang baru dua hari berdinas.
Hingga saat ini polisi masih memeriksa saksi-saksi, terutama ada beberapa orang yang melihat korban sebelum hari kejadian. Polisi juga memeriksa ponsel korban.
"Tidak ada barang bukti yang mencurigakan di TKP. Kami hanya menemukan tali yang digunakan korban gantung diri," terangnya.
Jenazah Bripda NRN sejak Senin malam disemayamkan di RSUD Sele Be Solu, dan pagi ini sudah dibawa pulang ke rumah keluarga di Kilometer 24 Sorong.
Aktivis terakhir korban
Saksi berinisial N (53) mengatakan, sebelum kejadian, dirinya melihat Bripda RRN menyalakan mesin mobil di rumah atasannya itu.
Selang beberapa waktu, kendaraan roda empat tersebut tak kunjung dimatikan.
"Ibu korban (RRN) yang kebetulan berada di sana, beberapa rekan dan warga pun curiga. Mau masuk ke rumah namun pintu terkunci," kata N kepada TribunSorong.com.
Menurutnya, rumah keluarga Bripda RRN berdekatan dengan dengan rumah dinas Wakapolres Sorong.
Mereka kemudian memanggil yang bersangkutan namun tak kunjung ada jawaban sehingga memutuskan menghubungi rekan polisi yang sedang piket.
"Setelah berhasil masuk, ternyata RRN sudah dalam keadaan memprihatinkan dengan tali tambang melilit di leher. Sejumlah petugas segera mengevakuasi korban," kata N.
Korban yang mengenakan kaus hitam dan celana pendek itu kemudian dibawa keluar ke teras rumah.
Isak tangis keluarga pun pecah karena Bripda RRN sudah dalam kondisi tidak lagi bernyawa.
DISCLAIMER:
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan tersebut.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling.
Pembaca bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes (021-500-454) atau LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.
Empat Tahanan Politik Sorong Papua Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Makassar |
![]() |
---|
4 Tahanan Politik Sorong Disidang Perdana di Pengadilan Negeri Makassar |
![]() |
---|
Hakim Adhoc Tipikor PN Papua Barat Rostansar Jadi Doktor ke-1.490 UIN Alauddin Makassar |
![]() |
---|
Sosok Karisto Gideon Paskibraka Papua Barat Daya Nyaris Ambruk |
![]() |
---|
Viral di TikTok Paskibra Papua Barat Daya Papah Rekan yang Nyaris Pingsan Saat Upacara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.