Garuda Indonesia
Kemenag Marah Besar! Garuda Diambang Pencoretan dari Penerbangan Haji 2025
Ancaman ini muncul buntut serangkaian keterlambatan penerbangan yang menyebabkan jemaah haji terlantar hingga 28 jam.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengancam akan mencoret Garuda Indonesia dari daftar maskapai penerbangan haji tahun 2025.
Ancaman ini muncul buntut serangkaian keterlambatan penerbangan yang menyebabkan jemaah haji terlantar hingga 28 jam.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menyatakan kekecewaannya terhadap layanan Garuda Indonesia selama musim haji tahun ini.
"Dengan kejadian ini, Kementerian Agama akan mempertimbangkan kembali keterlibatan Garuda Indonesia pada penerbangan jemaah haji di tahun mendatang," tegas Hilman di Jakarta, Senin belum lama ini.
Baca juga: Saya Pergi Haji Bertiga Pulang Cuma Berdua, Bapak Saya Meninggal Pas Mau ke Madinah
Kemenag melayangkan kritik keras ini setelah terjadi keterlambatan penerbangan yang dialami oleh jemaah Kelompok Terbang (Kloter) 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-09), di mana jemaah harus menunggu hingga 28 jam.
Sebelumnya, jemaah haji Kloter 3 Embarkasi Kualanamu (KNO-03) juga mengalami delay selama 12 jam.
"Penundaan semacam ini membuat jemaah lelah. Mereka terpaksa harus membawa koper kabin kembali karena sudah di bus baru diinfo kalau ada delay. Ini kan melelahkan," ungkap Hilman.
Ia menambahkan bahwa pemberitahuan penundaan penerbangan sering kali mendadak, ketika jemaah sudah keluar dari hotel dan berada di dalam perjalanan atau sudah di bandara.
"Bahkan jemaah sudah berada di bus dan siap menuju Bandara AMAA Madinah baru diinfo kalau ada delay. Ini kejadiannya mirip dengan KNO-03. Jelas Garuda Indonesia tidak profesional," kata Hilman.
Kritik DPR
Anggota Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis, turut menyoroti permasalahan keterlambatan penerbangan Garuda Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa Garuda Indonesia biasanya dikenal sebagai maskapai domestik yang tepat waktu, namun banyak mengalami masalah keterlambatan selama operasional haji tahun ini.
"Justru penerbangan di domestiknya bagus ya kan, nah tapi tidak tahu kenapa tahun ini (banyak delay selama operasional haji)," sambungnya.
Iskan mendorong Kemenag untuk menyelidiki akar permasalahan, apakah disebabkan oleh keterbatasan pesawat, jadwal penerbangan yang sulit didapat, atau karena waktu yang cukup mepet.
"Semoga nanti Garuda bisa menjelaskan dengan Kemenag (Kementerian Agama) apa penyebabnya. Kita dengar dulu kan alasan dia. Bagus kalau Kemenag melakukan evaluasi, butuh perbaikan jadinya kan," tegasnya.
Iskan pun mendukung langkah tegas Kemenag dalam mengancam mencoret Garuda Indonesia dari daftar maskapai penerbangan haji tahun 2025.
"Kan Saudi juga memberangkatkan 50 persen, kenapa Saudi bisa kenapa kita enggak. Padahal ini kan penerbangan merah putih gitu. Bagus sih, saya setuju kalau Kemenag memberikan teguran lah gitu ya," tandasnya.(*)
| Danantara Suntik Garuda Rp30 Triliun Padahal Semester I 2025 Rugi Rp2,45 Triliun |
|
|---|
| Penerbangan Umrah Makassar–Jeddah Dibuka, Garuda Layani 4 Kali Sepekan |
|
|---|
| Terbang dari Makassar ke Balikpapan Naik Garuda Mulai Rp700 Ribuan |
|
|---|
| Korupsi Pengandaan Bombardier dan ATR Garuda Indonesia Ulah Tangan Siapa? |
|
|---|
| Garuda Indonesia Lolos dari Jeratan Pailit, Mengapa Tidak Sama dengan Merpati Nusantara Airlines? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jamaah-haji-dari-kloter-1-Debarkasi-Makassar-setelah-turun-dari-pesawat.jpg)