Haji 2026
Dahnil Anzar Simanjuntak Cek Langsung Persiapan Haji: Kesiapan Kerajaan Arab Saudi Lancar
Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan, keselamatan jemaah jadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Ringkasan Berita:
- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
- Pemerintah Arab Saudi telah mempersiapkan pelaksanaan haji 2026 secara matang.
TRIBUN-TIMUR.COM- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Hal itu disampaikan Dahnil saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat di Madinah, Minggu (29/3/2026).
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujar Dahnil.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat usai kedua pihak melaksanakan ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya membahas berbagai persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
“Saya mengecek di Makkah dan hari ini di Madinah, sinyalemen (penyelenggaraan Haji) dari Kerajaan Arab Saudi berjalan lancar,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga bahan bakar yang dinilai dapat berdampak pada biaya penerbangan jemaah haji.
Baca juga: Ketegangan Timur Tengah Tak Ganggu Haji 2026, Pemerintah Pastikan Jadwal Tetap
Secara umum Abdulfattah menyampaikan bahwa secara pemerintah Arab Saudi telah mempersiapkan haji secara matang. Namun, ia mengingatkan pentingnya mengantisipasi dinamika global, khususnya di sektor energi.
“Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dahnil menegaskan pemerintah Indonesia akan melakukan langkah mitigasi guna menjaga kualitas layanan, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi jamaah selama berada di Tanah Suci.
Ia juga menyebut perhatian Presiden Prabowo Subianto tetap fokus pada keselamatan jemaah, dengan dua aspek utama yakni keamanan penerbangan dan kesiapan logistik pangan.
Selain itu, berdasarkan hasil peninjauannya ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi, Dahnil mendesak pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan.
Ia mendorong agar dapur penyedia makanan memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin kenyamanan serta kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.(*)
| BREAKING NEWS: Jamaah Haji Kloter 1 Tiba di Makassar, Ada Profesor Hukum Ikut Dalam Rombongan |
|
|---|
| Dari Jejak Nabi Ibrahim hingga Saudi Vision 2030, Hasan Gaido Ungkap Transformasi Besar Ibadah Haji |
|
|---|
| Kala Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Hitung Gelang dan Cincin Jamaah Haji Soppeng |
|
|---|
| Jamaah Haji Hanya Boleh Bawa Koper dan Tas Paspor, Air Zamzam Dilarang |
|
|---|
| Haji 2026 Belum Usai, Indonesia Sudah Bersiap untuk 2027: Evaluasi Armuzna Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260330_KUNJUNGAN-DAHNIL_kunjungan-dahnil-2026.jpg)