Berita Viral
Anak Nelayan Bugis Aco Teriak 'Allahu Akbar' saat Kapal Karam di Selat Lintah
Foto Aco, menggendong si bungsu Rahim dan si Rahman yang memeluk di puncak lunas kapal viber itu, pun viral.
Penulis: thamsil_tualle | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM - “Satu jam sebelum (kapal) speed (Zea Zaydan) datang, saya selalu dengar anak saya teriak Allahu Akbar, Allahu Akbar… saya tak pernah mau lepas gendongan,” ujar Aco (37), nelayan asal Desa Gorontalo, Labuan Bajo, mengisahan perjuangannya menyelamatkan Rahim (7 tahun), putra bungsunya di Selat Lintah, perairan Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (4/7/2024) siang.
Rais Aco (37 tahun), nelayan Bugis warga kampung Manjakala, Desa Gorontalo, Labuan Bajo, Kecamatan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/7/2024) siang, meluangkan wawancara khusus dengan wartawan TribunFlores.com, Berto P Kalu di Labuan Bajo.
Wawancara ini empat hari berselang, pasca-insiden tenggelamnya jolloro (perahu mesin kecil) di Selat Lintah, pusaran air di gugus Pulau Komodo, Pulau Sabita, Pulau Padar, dan dataran Flores, Minggu (30/7/2024) siang.
Siang itu, hampir tiga jam, Aco, nelayan keturunan Taka Bonerate, gugus kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ini, terobang-ambing di lautan, bersama dua putranya, M Rahim (7 tahun), M Rahman (11 tahun), dan adik iparnya, Irfan (17 tahun).
Insiden akhir pekan lalu, adalah kali pertama, Aco membawa 2 anaknya melaut.
“Karena liburan, kaka mau ikut. Yah yang kecil yang saya gedong terus, juga menangis mau ikut, jadi saya bawa juga,” ujar Aco, yang sudah melaut bersama ayahnya sejak usia 8 tahun.
Beruntung, selepas solat lohor, sebuah kapal charter wisata Zea Zaydan, yang kebetulan melintas di perairan wisata Taman Nasional Komodo.
Foto Aco, menggendong si bungsu Rahim dan si Rahman yang memeluk di puncak lunas kapal viber itu, pun viral.
Dia mengisahkan, insiden itu bermula saat tali kemudi jolloro-nya, putus.
https://www.facebook.com/share/v/wNXysdY6iyfkuQyw/?mibextid=oFDknk
Selama hampir tiga jam, mulai pukul 10.30 Wita, kapal yang dikemudikan iparnya, Ifan, tenggelam dan dihantam badai putaran arus di gugus perairan pertemuan arus Laut Banda-Selat Flores, dan Samudera Hindia di selatan.
Mereka baru diselamatkan awak kapal wisata, selepas Lohor.
“Sebelum kapal tenggelam betul, saat masih di sampan kecil, saya masih sempat telepon istri dan kabarkan kapal kami tenggelam,” ujar Aco.
Dari foto dan potongan video viral, yang diunggah Muhammad Irvan Wowor di akun @irvanWVisual, memperlihatkan perjuangan Aco, menyelamatkan dua anaknya.
Hampir tiga jam, Rahim yang masih kelas 2 SD terus dibekap.
| Viral Siswa di Gowa Kena Perundungan, 5 Terduga Pelaku Diperiksa |
|
|---|
| Viral di Bone Sengketa Tanah Berujung Pemindahan Paksa Kuburan, Awalnya Dikira Penemuan Mayat |
|
|---|
| Viral di Bone! Marfina Menikah ke-15 Kali, Suami Terbaru Berusia 22 Tahun |
|
|---|
| Menyamar Sebagai Pria, Santi Gagal Lamar Gadis Sinjai Setelah Dimintai Uang Panai Rp250 Juta |
|
|---|
| Geger Pengobatan dengan Mantra Tak Senonoh, Dukun di Sinjai Minta Maaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolase-Rais-Aco-37-tahun-nelayan-Bugis-warga-kampung-Manjakala.jpg)