Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berita Viral

Geger Pengobatan dengan Mantra Tak Senonoh, Dukun di Sinjai Minta Maaf

Dukun Risal mengajarkan mantra kepada sejumlah ibu-ibu untuk mengatasi tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Muh Ainun Taqwa
DUKUN VIRAL - Dukun Sinjai yang sempat viral Risal saat ditemui di rumahnya di Desa Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai (1/4/2026). Risal menyampaikan permohonan maaf usai videonya beredar 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Seorang pria bernama Risal yang diduga berprofesi sebagai dukun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah dua video ritual pengobatannya viral di media sosial.

Dalam video pertama berdurasi 59 detik, Risal terlihat mengajarkan mantra kepada sejumlah ibu-ibu untuk mengatasi tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan.

Namun, isi mantra tersebut menuai kritik karena mengandung kata-kata tidak pantas dalam bahasa Bugis.

Dalam video kedua berdurasi 1 menit 27 detik, Risal kembali melakukan ritual serupa.

Ia tampak berkomat-kamit di depan baskom berisi air dengan gerakan menyerupai tata cara salat, seperti mengangkat tangan hingga rukuk.

Terlihat pula seseorang memegang ayam jantan di dekatnya.

Baca juga: Dua Video Dukun di Sinjai Viral, Ajarkan Mantra Tak Senonoh hingga Tirukan Gerakan Salat

Menanggapi viralnya video tersebut, Risal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Ia menegaskan tidak memiliki tujuan lain selain membantu proses pengobatan alternatif.

“Mengenai video saya yang viral, saya minta maaf. Tidak ada tujuan lain kecuali khusus dalam pengobatan saja,” kata Risal saat ditemui Tribun-Timur di Rumahnya di Desa Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe, Rabu (1/4/2026).

Desa Era Baru berjarak 28 kilometer dari Ibu Kota Sinjai dengan waktu tempuh 45 menit.

Risal yang didampingi istrinya menjelaskan praktik pengobatan alternatif tersebut telah dilakukan sebelum dirinya bersama Risal, namun baru rutin dijalankan dalam tujuh tahun terakhir.

“Sekitar tujuh tahun mulai pengobatan,” ujarnya. 

Ia menyebut, dalam sehari Risal dapat menangani sekitar 25 pasien yang mendaftar melalui admin.

Terkait tarif, ia mengaku tidak mematok harga tertentu dan bergantung pada kondisi pasien.

“Tidak ada tarif khusus, tergantung penyakit pasien,” katanya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved