Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ponpes Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel Tamatkan 219 Santriwati Angkatan 32

Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan menggelar penamatan santriwati angkatan ke-32 tahun 2024

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nur Fajriani D | Editor: Ari Maryadi
ISTIMEWA
Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan menggelar penamatan santriwati angkatan ke-32 tahun 2024. 

“Aisyiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan mampu menjawab tantangan zaman, punya amal usaha, apalagi punya pesantren, juga sudah punya kampus dan semua itu kiprah alumni kedepan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

"Termasuk bagaimana ananda santri kita bisa menjalankan risalah perempuan berkemajuan, ada 7 karakter perempuan berkemajuan yang harus ditanamkan mulai iman taqwa, berakhalakul karimah, berpikiran tajdid, wastiyah, berpikir inklusif, hal ini penting dijaga apalagi zaman saat ini perlu ada benteng iman dan taqwa bagi ananda," harapnya.

Ia pula menyampaikan terimakasih atas dedikasi para elemen pondok ummul mukminin.

“Pimpinan wilayah ‘Asiyiyah sulsel menyampaikan rasa terimakasih kepada para pembina, mulai direktur, wakil direktur, kepala sekolah, guru dan semua pegawai di ummul mukminin, kami menyampaikan rasa hormat atas segala keikhlasan, ketekunan dan kesabaran melaksanakan amanah dan membesarkan pondok ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Terpisah disampaikan, Kepala TU Kementerian Agama Sulsel Dr. Ali Yafid menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penamatan pondok ummul mukminin.

"Selamat atas penamatan para ananda santriwati ummul mukminin," tuturnya.

Ia menyebut bahwa pondok pesantren puteri ummul mukminin salah satu pondok yang terbesar di sulawesi selatan, dan banyak membantu pemerintah dalam hal program pembinaan keagamaan. sehingga menurutnya sinergitas ini terus dijaga.

Dr. Ali Yafid berpesan pula kepada seluruh pembina ummul mukminin dalam pelaksanaan proses pembinaan untuk menjauhi perundangan (bulying) sebab hal ini biasa terjadi di pondok pesantren apalagi sesama santriwati.

"Tolong untuk tidak terjadi bullying di pondok, karena ini sangat berbahaya," harapnya.

Dengan demikian, Ia berharap para santriwati yang baru saja ditamatkan senantiasa menjaga akhlakul karimah saat diluar.

Dalam penamatan ini diawali dengan pengajian oleh Kyai Pondok KH. Jalaluddin Sanusi yang menjelaskan terkait proses penciptaan manusia dan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal.

Ada pula prosesi pengukuhan hafidzah dan penyerahan penghargaan santriwati prestasi.

Turut hadir dalam penamatan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel, Rektor IPI Aisyiyah Sulsel, Kasubag TU Kementerian Agama Sulsel, Kementerian Agama Makassar, Pimpinan Daerah Muhammadiyah/Aisyiyah kota Makassar, Para sesepuh Aisyiyah Sulsel, Sesepuh Pondok, Para Alumni Ummul Mukminin, Orangtua santri, Pimpinan, Guru Ummul Mukminin serta hadirin para tamu undangan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved