Makassar Mulia

Disdik Makassar Minta Sekolah Sinkronisasi Data Siswa dan Pastikan NISN Valid

Pemkot Makassar
SPMB 2026 - Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman (kanan) dan Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana menjelaskan terkait teknis SPMB 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Jl AP Pettarani, Sabtu (16/5/2026). Sejumlah pembenahan dilakukan untuk memastikan proses berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.  
Ringkasan Berita:
  • Dinas Pendidikan Kota Makassar mengimbau seluruh SD dan SMP memperbarui serta menyinkronkan data siswa melalui Dapodik.
  • Tujuannya agar NISN dan akun belajar.id valid untuk kebutuhan SPMB 2026.
  • Simulasi SPMB 2026 diperpanjang hingga 21 Mei setelah ditemukan sejumlah kendala teknis, seperti data NISN yang belum sinkron.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengimbau sekolah jenjang SD dan SMP segera pemutakhiran data siswa secara berkala melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan.

Pemutakhiran data ini menjadi langkah krusial untuk memastikan seluruh data peserta didik, termasuk profil siswa, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), serta akun belajar.id, tetap valid.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman mengatakan proses pemutakhiran dan sinkronisasi data merupakan bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang tertib, akurat, dan terintegrasi.

"Kami mengimbau satuan pendidikan untuk bersama-sama memastikan data siswa, terutama kelas akhir, telah diperbarui dan disinkronkan melalui Dapodik," kata Achi, Minggu (17/5/2026).

"Data yang valid akan memastikan NISN peserta didik tercatat secara resmi dalam sistem SPMB 2026," lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran operator sekolah dalam sinkronisasi data secara berkala.

Tujuannya agar seluruh pembaruan dapat terintegrasi dengan sistem pusat dan mendukung kelancaran layanan pendidikan.

Baca juga: Simulasi SPMB Makassar 2026 Diperpanjang hingga 21 Mei

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memastikan seluruh informasi yang diterima hanya berasal dari kanal resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar. 

Disdik juga menyediakan kanal digital di media sosial disdik.kotamksr, termasuk QR code pada laman resmi serta tautan informasi yang telah disiapkan.

Mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB 2026, Disdik Makassar menyediakan grup Telegram resmi sebagai kanal pembaruan informasi dan layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.

Tim teknis Dinas Pendidikan saat ini terus memantau dan optimalisasi sistem guna memastikan layanan berjalan stabil hingga seluruh tahapan SPMB selesai.

"Persiapan sejak awal sangat penting agar proses pendaftaran tidak terkendala," kata Achi. 

Seluruh proses SPMB 2026 dirancang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi melalui sistem digital Lontara+.

Ini juga memungkinkan masyarakat memantau proses pendaftaran secara lebih mudah.

Pemerintah Kota Makassar berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, efisien, dan inklusif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Makassar.

Orang tua peserta didik juga diimbau menyiapkan seluruh dokumen administrasi sejak dini. 

Seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, KTP orang tua, serta ijazah atau surat keterangan lulus, agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar.

"Kami mengajak seluruh orang tua untuk tidak menunda dan memastikan seluruh dokumen sudah lengkap serta dalam bentuk digital yang siap diunggah," kata Achi.

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana mengatakan sistem SPMB Lontara+ menggunakan data NISN yang bersumber langsung dari Kementerian Pendidikan. 

Oleh karena itu, setiap sekolah di Makassar wajib memastikan data siswa telah dilaporkan dan diperbarui secara lengkap melalui sistem Dapodik agar dapat tersinkronisasi dengan sistem pusat.

"Kami telah melakukan penelusuran terkait kendala NISN yang tidak ditemukan saat proses pendaftaran," kata Gita. 

"Data yang digunakan bersumber dari Kementerian Pendidikan, sehingga sekolah wajib terlebih dahulu melaporkan data siswanya agar dapat terbaca dalam sistem," lanjutnya.

Saat ini, Pemkot mengidentifikasi sejumlah sekolah yang belum melakukan pelaporan atau pembaruan data secara lengkap. 

Tujuanya, untuk didorong agar segera melakukan sinkronisasi guna memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti proses SPMB dengan baik.

Simulasi Pendaftaran hingga 21 Mei

Andi Gita mengakui pelaksanaan simulasi yang berlangsung sejak 13–14 Mei menemukan kendala teknis. 

Sehingga masa simulasi SPMB untuk jenjang TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026 sebagai upaya penyempurnaan sistem.

Selain persoalan NISN, sebagian masyarakat juga masih bingung terkait mekanisme login menggunakan NISN. 

Dalam sistem yang diterapkan, calon peserta didik yang NISN-nya telah terdaftar di Kementerian Pendidikan akan langsung mendapatkan akun berupa username dan password untuk mengakses sistem. 

Sementara bagi yang belum terdaftar, diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui formulir yang tersedia.

"Masih terdapat masyarakat yang belum memahami alur login. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar sistem lebih mudah dipahami dan lebih human-centered," jelas Gita.

Tim teknis juga telah melakukan beberapa penyesuaian terhadap alur pendaftaran berdasarkan masukan masyarakat untuk memastikan sistem lebih sederhana dan mudah digunakan oleh orang tua maupun peserta didik.

Simulasi SPMB 2026 mencakup seluruh jenjang pendidikan, yakni TK, SD, dan SMP, dengan mekanisme pendaftaran yang disesuaikan pada masing-masing jenjang. 

Sistem juga telah mengakomodasi skema zonasi berdasarkan domisili sebagai bagian dari penerapan seleksi berbasis wilayah.

Dalam aspek infrastruktur, Pemkot Makassar lewat Disdik juga melakukan penguatan sistem untuk mengantisipasi lonjakan akses. 

Salah satunya dengan memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan guna mengurangi risiko gangguan sistem.

"Pemecahan server dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan akses agar sistem tetap stabil. Selain itu, kami juga telah melakukan uji ketahanan sistem hingga tiga kali dengan simulasi beban pengguna yang lebih besar," jelas Gita. (*)