Peran Pelajar Sebagai Akselerator Peradaban
Tiga tahun sebelumnya, Dunia dikejutkan oleh aksi pelajar di Negara Ceko yang diakhiri sembilan orang pelajar dieksekusi tanpa pengadilan resmi.
Opini Oleh Fadlyansyah Farid Husain
Ketua PPI Jepang, Pengajar Fakultas Kedokteran UNHAS
PELAJAR bukanlah manusia tanpa celah. Begitu banyak wajah pelajar yang terlihat saat ini, baik dan buruk tergantung perspektif orang yang sedang berinteraksi dan mengamati.
Namun begitu, dunia internasional mengingatnya setiap tanggal 17 November, Hari Pelajar Internasional ditetapkan pada tahun 1941 oleh Dewan Pelajar Internasional.
Tiga tahun sebelumnya, Dunia dikejutkan oleh aksi pelajar di Negara Ceko yang diakhiri sembilan orang pelajar dieksekusi tanpa pengadilan resmi.
Pelajar bukanlah manusia tanpa celah. ditengah keriuhan zaman yang sedang tidak menentu, apa lagi harus beradaptasi pasca pandemi yang mana pelajar mempunyai banyak pengorbanan yang dikeluarkan, tidak hanya berhubungan dengan pendidikan fromal, juga interaksi sosial.
Hingga banyak pula yang diberikan istilah “Generasi COVID” ataupun “Lulusan COVID”. Pelajar “Generasi COVID” tidak kalah cemerlang, banyak berita tentang prestasi yang telah diraih anak bangsa dikancah internasional, sebut saja para pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia berbagi medali pada ajang “International Olympiad in Informatic (IOI)” yang diadakan di Singapura 2021 silam.
Dan banyak lagi prestasi pelajar Indonesia tidak hanya ditingkat sekolah menegah, juga ditingkat pendidikan tinggi, mereka selalu mencoba untuk terus mengharumkan nama Indonesia baik Nasional maupun Internasional.
Pendidikan Sebagai Dasar Pendidikan formal menjadi pondasi dalam membangun peradaban, dengan pelajar sebagai
penerima pendidikan itu, maka pelajar berperan kunci dalam mengembangkan, menyerap hingga menerapkan ilmu yang didapatkan dalam pendidikan formal. Hal yang tidak kalah penting dalam proses pendidikan yaitu pelajaran tidak langsung terhadap nilai-nilai etika dan moral yang tentu saja sebagai dasar dari pelajar dalam untuk bertindak.
Dalam mendalami ilmu pengetahuannya, pelajar diharapkan mampu berperan dalam mengembangkan inovasi dan penemuan-penemuan baru yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan.
Melalui observasi, ekplorasi dan penelitian yang mampu mengatasi tantangantantangan peradaban modern yang lebih kompleks dan beradaptasi dengan ide-ide yang disalurkan setelah melalui kajian-kajian ilmiah.
Pada zaman digitalisasi modern ini, pelajar dengan mudah mencari informasi sahih yang tidak terbatas. Mereka dapat memanfaatkan kemajuan teknologi ini tidak hanya sebagai promosi pada inovasi, juga dapat memecahkan masalah rumit menjadi lebih praktis.
Dalam hal diskusi ataupun pertemuan dalam forum, pelajar dengan mudah bertemu secara virtual tanpa dibatasi
waktu dan tempat yang menjadikan komunikasi bisa lebih mudah dan efektif.
Konsep lain dari pendidikan formal adalah pendidikan seumur hidup, dimana pelajar tidak dibatasi mampu belajar dalam bangku sekolah maupun universitas, juga dalam kehidupan sosial masyarakat yang menunjukan peran pelajar sebagai agen perubahan sosial dengan kepekaan dan energi yang dimiliki. Kegiatan sosial, seperti pengabdian masyarakat adalah contoh kongkrit yang dapat diterapkan dalam memberikan manfaat bagi lingkungan yang dapat membentuk karakter dan kepedulian sosial bagi pelajar.
Akselerasi Pelajar dalam Peradaban
Pelajar berperan penting sebagai pewaris peradaban, untuk itu pelajar harus memiliki kesadaran global dengan secara simultan menghargai dan memahami realitas lokal yang berada dalam lingkup kehidupannya. Dalam konteks global yang dinamis dan cepat berubah, peran kunci pelajar sebagai akselerator tidak hanya sebatas penerima ilmu, namun juga aktif dalam mendorong kemajuan peradaban dengan tetap menjaga dan mengembangkan budaya, seni serta tradisi untuk memperkaya keanekaragaman global agar saling terhubung dengan baik.
| Simak Syarat Lengkap Kuliah di Unhas Lewat Jalur SNBP 2026 |
|
|---|
| Daftar Unhas Jalur SNBP 2026? Simak Prodi Paling Banyak Peminatnya Tahun Lalu |
|
|---|
| Unhas Buka Kuota Mahasiswa Baru 11.623 Tahun 2026, Tiga Jalur Seleksi |
|
|---|
| Mengapa Harmonisasi Pembangunan Daerah Harus Melibatkan Universitas |
|
|---|
| Terima Tim Policy Brief POLiGOV FISIP Unhas, Wali Kota Makassar Appi Jelaskan Pete-pete Pulau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fadlyansyah-Farid-Husain-Ketua-PPI-Jepang-Pengajar-Fakultas-Kedokteran-UNHAS-213.jpg)