Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Sembako

Harga Sembako di Pasar Batangase Maros Sulsel Melonjak, Bawang Merah Rp40 Ribu/Kg

Sejumlah sembako di Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan alami lonjakan harga.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Mitha Makmur, pedagang Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (29/5/2024). Harga sembako alami lonjakan. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sejumlah sembako di Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengalami lonjakan harga.

Selain melonjak, stok bahan pangan ini pun langka di pasaran.

Pedagang, Mitha Makmur mengatakan komoditi minyak goreng curah naik Rp2 ribu per 1,5 liternya.

Ia menyebutkan sebelumnya harga minyak goreng 1,5 liter hanya Rp22 ribu, kini dijual dengan harga Rp24 ribu.

“Selanjutnya tomat, dari Rp10 ribu kini menjadi Rp15 ribu,” katanya.

Baca juga: Daftar Harga Sembako di Sinjai Sulsel Jelang Lebaran Iduladha 2024

Bawang merah naik Rp10 ribu, dari Rp30 menjadi Rp40 per kilogram.

Daun bawang juga mengalami lonjakan dari yang sebelumnya hanya Rp35 ribu sekarang Rp40 ribu per kilogram.

Gula merah sebelumnya hanya Rp22 naik menjadi Rp26 ribu perkilogram.

Ia menduga kenaikan harga dipicu kurangnya stok barang dari distributor.

“Sudah mahal, langka pula. Minyak goreng saja dua hari lalu itu kosong stoknya, daun bawang juga begitu,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan akibat kenaikan ini, penjualannya pun menurun.

Pasalnya kebanyakan pembeli mengurangi jumlah barang belanjaan mereka.

Baca juga: Harga Sapi di Luwu Sulsel Tembus Rp25 Juta per Ekor Jelang Iduladha, Stok Aman

“Pembeli ada yang mengerti, ada juga mengeluh dan ada juga langsung pergi. Kalau pun beli biasanya dikurangi belanjaannya,” imbuhnya.

Ia pun berharap, pemerintah dapat segera turun untuk menstabilkan harga bahan pangan.

Sementara itu salah satu pembeli Khadijah mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok ini.

Ia menyebutkan kenaikan harga secara bersamaan ini sangat membebani perekonomian.

“Ini naiknya bersamaan, jadi kita ibu-ibu rumah tangga pusing,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved