Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha 2024

Cara Simpel dan Efektif Hilangkan Bau Prengus Daging Kurban Idul Adha

Begini cara menghilangkan bau yang melekat pada daging, termasuk cara mengolah daging kurban Idul Adha supaya empuk

TRIBUN-TIMUR.COM/THAMZIL THAHIR
Ratusan ribu kilogram daging dari 3.117 ekor kambing kurban dam (hadyu) jamaah dan petugas haji Indonesia, akan dikirim kembali ke Tanah Air. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hari raya kurban atau hari raya Idul Adha 2024 sebentar lagi.

Idul Adha memiliki makna dan sejarah penting dalam hari raya kurban.

Perayaan Idul Adha adalah tradisi tahunan oleh umat Islam.

Setiap tahun, jamaah akan mendapatkan jatah daging kurban setelah saat Idul Adha atau hari raya lebaran.

Karena itu, untuk menghilangkan bau prengus dan membuat daging empuk, tentu ada cara tersendiri.

Bau prengus adalah bau yang melekat pada daging kambing, asalnya dari feromon kambing, terutama kambing jantan.

Dan berikut ini beberapa cara membuat daging lebih empuk dan tidak prengus dikutip dari berbagai sumber:

Baca juga: Idul Adha 2024: Sah dan Tidak Patungan Beli Hewan Kurban Menurut Buya Yahya

Bahan-bahan Menghilangkan Bau Prengus

1. Jangan cuci daging dengan air

Kambing tergolong sebagai daging merah, kita tidak boleh mencucinya dengan air.

Sebab, hal ini bisa membuat daging kambing menjadi keras dan bau prengusnya terus menempel.

Cukup bersihkan daging kambing dengan lap bersih atau tisu untuk menghilangkan kotoran di sekitarnya.

2. Bungkus dengan Daun Pepaya

Banyak mengatakan untuk menghilangkan bau prengus dan membuat daging lebih empuk.

Cara yang satu ini adalah cara yang hampir diketahui oleh semua orang.

Cara ini bisa kamu gunakan saat kamu tidak bisa mengubah potongan dagingmu menjadi lebih tipis.

Rematkan beberapa daun pepaya.

Baca juga: Sejarah Hari Raya Kurban dan Makna Idul Adha Menurut Alquran

Kemudian bungkus daging anda dengan daun pepaya yang sudah disematkan tadi.
Diamkan selama semalaman di dalam lemari es.

3. Gunakan Baking Powder

Selain membuat kue mengembang, baking powder ini juga bisa membuat daging lebih empuk loh.

Caranya dengan, merendam daging selama semalaman dalam bumbu yang telah ditambah dengan baking powder.

Cara sederhana ini cocok untuk membuat daging lada hitam atau sate karena proses memasaknya cepat.

3. Hilangkan bagian lemaknya

Untuk mengurangi bau prengus, anda bisa membuang bagian lemak terlebih dulu untuk mengurangi kadar kelembaban pada daging kambing.

4. Marinasi dengan nanas

Dikutip dari Kompas.com, daging kambing bisa dimarinasi dengan nanas untuk mengempukkan teksturnya.

Buah nanas diketahui mengandung zat asam dalam jumlah tinggi yang dapat membuat daging menjadi empuk.

Cukup siapkan daging yang sudah dibersihkan, haluskan nanas, lalu campur kedua bahan tersebut.

Diamkan selama 30 menit.

5. Netralkan dengan bawang putih

Selain menghilangkan bagian lemaknya, Anda bisa menetralkan daging dengan bawang putih.

Namun, jangan terlalu memberikan bawang putihnya. Sebab, jika kebanyakan, maka over bawang putih, rasanya jadi kacau.

6. Campur dengan bawang bombay Untuk membuat daging empuk, Anda bisa menggunakan bawang bombai.

Satu kilogram daging kambing setidaknya membutuhkan satu buah bawang bombai utuh agar bisa empuk.

7. Mengubah Bentuk Potongan Daging

Ini merupakan cara yang paling mudah untuk membuat daging empuk saat dimasak.

Baca juga: Hukum Menyembelih Hewan Kurban Sendiri Menurut Buya Yahya

Langkah Pembuatan

Cobalah untuk mengubah bentuk potongan daging menjadi ukuran yang lebih tipis atau lebih kecil.

Kamu juga bisa mencincang daging tersebut supaya lebih cepat empuk.

Daging yang dipotong dengan ukuran tipis dan kecil tentu lebih cepat matang dan empuk.

Selain itu, bumbu juga dapat meresap ke daging dengan lebih cepat.

Setelah membuat daging kambing tidak prengus dan empuk, Anda bisa mengolah daging tersebut menjadi sate yang siap disantap untuk suguhan di meja makan.

Makna Idul Adha Menurut Alquran

Berikut ini makna Idul Adha menurut Alquran, lengkap sejarah dan kisah Nabi Ibrahim AS.

Perayaan Idul Adha merupakan tradisi tahunan oleh umat Islam.

Idul Adha memiliki makna dan sejarah penting dalam hari raya kurban.

Penyembelihan hewan kurban memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

Kata "Adha" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti hewan sembelihan.

Oleh karena itu, dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk pengabdian dan ketaatan kepada Allah SWT.

Di Indonesia, perayaan ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti Lebaran Qurban dan Lebaran Haji.

Hal ini disebabkan oleh alasan bahwa perayaan Idul Adha juga terkait dengan ibadah haji yang terjadi pada bulan Dzulhijjah, di mana orang-orang dari seluruh dunia datang ke Makkah al-Mukarramah untuk menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Pemkab Maros Siapkan 2.402 Hewan Kurban

Sejarah Hari Raya Kurban

Selain berkaitan dengan hewan sembelihan, kata Adha pada hari raya ini juga berkaitan dengan sejarahnya loh. Sejarah hari raya Idul Adha bisa ditelusuri hingga zaman Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS.

Sejarah penyembelihan hewan kurban ini berawal ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan ilham saat tidur bahwasanya beliau harus menyembelih Nabi Ismail AS pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah).

Menurut tafsir Ibnu Katsir, Nabi Ismail AS adalah anak pertama dari Nabi Ibrahim setelah beliau sempat menunggu selama puluhan tahun.

Sempat meragu, akhirnya Nabi Ibrahim AS yakin bahwa ilham dalam mimpi tersebut adalah benar dari Allah S.W.T pada tanggal 9 Dzulhijjah dan menceritakan mimpinya kepada putranya tersebut.

Kisah mengenai mimpi Nabi Ibrahim AS dan dialog beliau dengan putranya tersebut tercantum dalam surat As-shaffat ayat 102 yang berbunyi:

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Dengan persetujuan tersebut, maka tekad Nabi Ibrahim a.s telah bulat untuk mengorbankan putranya. Namun, atas kehendak Allah S.W.T, saat proses pengorbanan berlangsung, tubuh Nabi Ismail AS diselamatkan dan diganti dengan kambing gibas.

Cerita mengenai penggantian ini tertuang dalam al quran surat as-shaffat ayat 104-107 yang berbunyi:

Artinya:

Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! (104) Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (106). Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (107).

Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s adalah nenek moyang bangsa Arab. Oleh sebab itu, tradisi penyembelihan hewan kurban ini dipraktikan turun menurun hingga pada zaman Nabi Muhammad S.A.W meskipun hanya sekadar fisiknya saja (tanpa hakikat Idul Adha itu sendiri).

Ketika itu, masyarakat jahiliyyah akan menyembelih hewan kurban untuk berhala-berhala mereka, meletakkan daging hewan kurban disekitarnya dan memercikkan darah hasil penyembelihan ke berhala-berhala tersebut (NU Online). Hingga kemudian turunlah ayat al quran surat al-Hajj ayat 37 yang berbunyi:

Artinya:

“Daging-daging unta dan darahnya itu tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah sama sekali, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya atas kamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini kemudian didukung dengan beberapa hadits secara langsung mengindikasikan bahwa penerimaan Allah S.W.T atas hambanya didasarkan pada keikhlasan hamba tersebut dan bukan berdasarkan besar kecilnya fisik yang dikorbankan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved