Opini
270 Hari Pak Bahtiar di Sulsel
Bagi saya penjabat hanyalah orang yang diamanahkan untuk mengisi kekosongan dan mengawal RPJMD dengan baik.
Waktu lain, Nangka madu ditarget 2 juta pohon sebagai tabungan tadi jangka panjang.
Apapun hasilnya, BB telah menyadarkan kita, bahwa industrialisasi pertanian yang memanusiakan petani itu bisa jalan ketika pemerintah tegak berdiri bersamanya.
Di sekitar birokrasi, ini kali pertama lampu kantor gubernur kerap menyala sampai larut malam. BB adalah tipikal workaholic.
Pengabdian yang tak dibatasi jam kerja.
Baginya Sulsel adalah daerah yang sangat dinamis, butuh akselerasi yang progresif untuk menjaga banyak hal.
Dan itu kelihatan ketika dirinya di geser ke Sulbar.
Inflasi Sulsel per Mei berada di urutan ke 9 terendah di Indonesia.
Jauh lebih baik dari angka nasional.
Tapi apakah anda tahu bahwa untuk menjaga itu semua, hampir setiap saat dirinya ada di lorong-lorong pasar, mengontrol harga dengan langsung.
Dan kehilangan saya yang paling dalam atas kepergiaannya bahwa BB telah membawa Bugis Makassar dalam ruang pengabdiannya.
Dirinya menolak elitisme. Kepalanya menunduk setiap bersalaman dengan siapa saja, sapaan puang enteng keluar dari mulutnya untuk menyapa para tokoh.
Sangat enteng meletakkan tangannya pada kawan seiring, siapa pun itu.
Mahasiswa sekali pun. Saya pikir itu pula yang menyebabkan forkopimda tampak begitu harmonis.
Dua pekan kemarin, dirinya melebur bersama Kapolda dan forkopimda lainnya di sekitar Luwu.
Bukan saja memantau efek bencana alam yang begitu mengejutkan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.