Perspektif
Sabar dan Sadar Menghadapi Bencana
padahal belum masuk musim hujan. Jika musim hujan tiba banjir juga terjadi di kota, dan pesisir pantai.
Tidak akan stress berlebihan, mengeluh berkepanjangan atau putus asa.
Untuk itu harus mampu menghayati musibah tersebut.
Apa makna dan hikmah di balik semua kejadian. Ajaran agama sangat penting pada tahap "hayati". Jika mampu menghayati akhirnya bisa "menikmati".
Muncul ridha dalam jiwa dan tawakkal kepada Allah. Pasrah kepada Allah dan menerima segala ketentuan-Nya.
Merujuk kepada ungkapan Dian Cahyadi, sabar wajib tapi tidak cukup. Perlu juga sadar.
Apalagi musibah yang terjadi karena kerusakan alam.
Manusia perlu sadar pada 3 hal yaitu PMI: pemimpin, manfaat, ibadah. Manusia harus menyadari bahwa ia adalah makhluk yang paling unggul sehingga dipilih oleh Allah sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi ini.
Pemimpin tugasnya menciptakan kehidupan di bumi yang aman, nyaman dan tenteram. Bukan membuat kerusakan termasuk merusak alam.
Kesadaran kedua yaitu hidup untuk memberi manfaat. Manusia terbaik bukan yang paling kaya, pintar, berkuasa dan ukuran materialistis lainnya.
Manusia terbaik sesuai sabda Rasulullah yaitu yang paling banyak bermanfaat untuk orang lain.
Menjadi manusia bermanfaat tidak harus menunggu kaya, sarjana, atau punya tahta.
Bermanfaat kuncinya memberi apa yang dimiliki untuk kemaslahatan orang lain. Wujudnya berupa tenaga, pikiran dan harta sesuai kemampuan.
Kesadaran ketiga yaitu ibadah. Tujuan manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah.
Ibadah perlu dimaknai secara ekologis yang ruang lingkupnya terdiri atas individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer.
Ibadah individu yaitu ibadah yang dilakukan oleh manusia yang tidak ada kaitan langsung dengan orang lain. Dampaknya kepada diri sendiri. Contohnya shalat dan puasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-201.jpg)