Volume Sampah Tembus 154 Ribu Ton, Bapperida Lutra Sulsel Rancang Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Total timbunan sampah di Luwu Utara sejak 2021 hingga 2023 mencapai 154.987,74 ton.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR. COM, LUWU UTARA - Jumlah sampah di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus meningkat.
Jumlah sampah yang terus meningkat di Kabupaten Luwu Utara menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.
Total timbunan sampah di Luwu Utara sejak 2021 hingga 2023 mencapai 154.987,74 ton.
Pada tahun 2021, timbunan sampah di Lutra mencapai 46.795,9 ton.
Tahun 2022 meningkat hingga menembus angka 47.861,72 ton.
Baca juga: Wujudkan Transisi Energi Bersih, PLN Serahkan Sertifikat Energi Terbarukan ke Istana Kepresidenan
Pada tahun 2023 meningkat lagi hingga mencapai 60.330,12 ton.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lutra melihat adanya peluang dan merancang konsep pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pengelolaan sampah berkelanjutan dapat menjadi jalan keluar atau solusi cerdas dalam upaya mengurangi jumlah timbunan sampah di Luwu Utara yang tiap tahun meningkat secara signifikan.
Kepala Bapperida Luwu Utara, Aspar mengatakan sampah di Luwu Utara berpotensi untuk dikelola secara berkelanjutan menjadi energi terbarukan.
“Saat ini belum ada pengolahan sampah berkelanjutan yang dapat dikelola dan dimanfaatkan menjadi energi terbarukan di Luwu Utara. Karena itu, kita ingin kabupaten Luwu Utara menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berhasil mengelola sampah untuk menghasilkan energi terbarukan,” kata Aspar, Minggu (12/5/2024).
Menurutnya, pengelolaan sampah berkelanjutan akan menghasilkan energi ramah lingkungan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca juga: Pembangunan PSEL Jadi Polemik di Makassar, Danny Pomanto: Itu Industri Bukan TPA Antang Dipindahkan
Lanjut Aspar, pengelolaan sampah berkelanjutan dan bertanggung jawab ini sudah sejalan dengan visi RPJPD 2025-2045 yakni Luwu Utara tangguh, maju, dan berkelanjutan.
“Saat ini kami mulai memikirkan konsep untuk mengeksplorasi energi terbarukan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah. Sekaligus solusi dari TPA Meli yang diperkirakan akan over kapasitas dalam jangka waktu dua tahun lagi,” jelasnya.
Aspar juga mengatakan upaya tersebut merupakan solusi cerdas yang menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang terbatas dan berpotensi merusak lingkungan.
Proses ini dikatakan akan mencakup berbagai teknologi seperti pembakaran sampah, pembuatan biogas dari sampah organik dan produksi bahan bakar nabati.
Dengan menggunakan teknologi yang tepat, sampah dapat diubah menjadi energi yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, panas, atau bahan bakar.(*)
Laporan Kontributor Tribun-Timur.com, Andi Bunayya Nandini
KPU Sulsel Gandeng Disdik Siap Gelar Pemilihan OSIS SMA/SMK |
![]() |
---|
114 Anak 40 Lansia Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Sorowako, Damkar Selidiki Penyebab |
![]() |
---|
Air Terjun Bissappu Wisata Alam Cantik di Bantaeng, Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap |
![]() |
---|
224 Tenaga Honorer Sulsel Gagal Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Sebabnya |
![]() |
---|
Sentuhan Kasih Polwan Selayar, Bagi Sembako Sambut HUT ke-77 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.