Banjir Luwu
Lapangan Andi Djemma Luwu Jadi Posko Induk Pengendalian Bencana Sulsel
Selain menjadi posko induk, Tribun Lapangan Andi Djemma juga dibuka untuk dapur umum disiapkan 700 porsi makanan per hari.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin menetapkan Lapangan Andi Djemma sebagai posko induk pengendalian bencana untuk enam kabupaten terdampak.
Seluruh perkembangan penanganan banjir akan dipusatkan di Tribun Lapangan Andi Djemma, Senga, Kecamatan Belopa, Luwu, Sulsel.
"Kami menyampaikan posko utama untuk pengendalian pengelolaan bencana tingkat Pemprov Sulsel kami pusatkan di Lapangan Andi Djemma Luwu. Jadi untuk perkembangan penanganan dari waktu ke waktu itu bisa diakses dari pos ini," jelasnya, Sabtu (4/5/2024).
Sementara itu, Kadis Sosial Luwu, Hasliana Nurdin mengaku selain menjadi posko induk, Tribun Lapangan Andi Djemma juga dibuka untuk dapur umum.
"Kami dari Dinsos untuk melayani logistik bagi keluarga yang terdampak. Baik Kecamatan Latimojong dan wilayah kecamatan terdampak," akunya.
Baca juga: Pj Bupati Ahmadi Akil Keliling Tinjau Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Pinrang Sulsel
Dalam sehari, dapur umum bisa menyajikan 500-700 makanan siap santap bagi warga terdampak.
Jadi masyarakat bisa datang untuk mengambil makanan. Kami siap Jadi kita siap 1×24 jam di dapur umum ini," bebernya.
Menurut Hasliana, bantuan logistik datang dari berbagai pihak.
Termasuk Kemensos RI, Dinas Sosial Sulsel, dan Pemda Luwu.
Sebelumnya, Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin bersama Kapolda Irjen Pol Andi Rian R Djajadi mengunjungi langsung titik bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Setiba di lokasi, Bahtiar Baharuddin dan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi menaiki helikopter milik Polda Sulsel menyisir sejumlah titik bencana di Luwu.
Termasuk lokasi banjir bandang di Kecamatan Suli Barat dan tanah longsor di Kecamatan Latimojong.
Keduanya memimpin penyaluran logistik berupa makanan siap saji dan obat-obatan yang dibawa oleh helikopter milik TNI AU.
Baca juga: Update Banjir Wajo Sulsel: 23 Ribu Warga Pitumpanua-Keera Terdampak, Ribuan Hektare Sawah Terendam
"Kami mendampingi Kapolda Sulsel. Pak Kapolda membantu kita dengan membawa helikopter untuk melakukan pemantauan khususnya di kawasan yang terdampak banjir di wilayah Luwu dan Wajo," jelas Bahtiar kepada awak media, Sabtu (4/5/2024).
Dari pantauan udara, sejumlah lokasi di pesisir timur sebagian masih terendam banjir.
| Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu |
|
|---|
| 5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam |
|
|---|
| Banjir Rendam 55 Rumah Warga di Walenrang Timur Luwu |
|
|---|
| Banjir Tutup Jalan Poros Makassar–Palopo di Larompong Selama 2 Jam |
|
|---|
| 5 Kali Cappie Luwu Terendam di Mei 2025, Jalan Rusak dan Sungai Makin Dangkal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bahtiar-Baharuddin-dan-Kapolda-Irjen-Pol-Andi-Rian-R-Djajadi-luwu.jpg)