Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Dosen adalah Buruh?

Bak berlian, profesi itu tampak berkilau di mata sebagian orang. Tak jarang calon mertua menganggap dosen sebagai calon menantu idaman.

Editor: Sudirman
Ist
Dwi Rezki Hardianto, Dosen Fakultas Sastra UNSA Makassar 

Untuk kasus ini, hampir semua dosen merasakannya, kecuali ia kemungkinan adalah konco pejabat.

Menjadi “sales” kampus, misalnya, dosen dituntut untuk mencari calon mahasiswa di masyarakat.

Hal ini tentu menjadi keniscayaan, apalagi jika itu kampus swasta, yang sering mengalami kekurangan pendaftar mahasiswa bagu.

Ditambah lagi jika kampus tersebut berada di dekat PTN yang berBeha (PTNBH) dengan fleksibiltas dalam menetapkan kuota mahasiswa baru—meski porsinya sangat bombastis.

Dalam tulisan Didi Achjari “PTN-BH dan Fenomena Kapal Keruk” (2023) menarasikan bahwa hal itu mempengaruhi porsi pendaftar mahasiswa baru di kampus swasta, karena diokupasi oleh PTNBH itu sendiri.

Narasi “kekurangan” di atas biasanya menjadi panglima bagi pejabat kampus untuk meredam kemarahan para dosen.

“Sebab dengan banyaknya mahasiswa, maka dosen dapat mendapatkan upah yang sepadan,” katanya. Akan tetapi, narasi ini tidak dapat digeneralisasi begitu saja.

Dalam Pendidikan dan Pelatihan Serikat Pekerja Kampus (SPK) yang dihelat pada Sabtu 27 April 2024, salah satu dosen swasta di Malang, justru memiliki jumlah mahasiswa yang bombastis.

Satu kelas terdapat 50 hingga 60 mahasiswa. Namun, upahnya justru masih jauh di bawah UMR cum kelayakan.

Artinya, narasi itu kemungkinan dapat menjadi ladang eksploitasi terhadap dosen.

Belum lagi pekerjaan-pekerjaan lain, yang secara administratif dan juga menjadi setumpuk beban bagi dosen.

Pada akhirnya, dosen sebagai kaum intelektual, justru teralienasi dengan intelektualitas itu sendiri dan produk pengetahuan yang dihasilkannya.

Lebih jauh lagi, juga teralienasi dengan keluarga dan kerabatnya. Bukankan jika seperti ini, dosen adalah buruh?

Tegas, Dosen adalah Buruh!

Dalam KBBI, kata “buruh” dan “pekerja” adalah sinonim, yaitu orang yang bekerja dan mendapatkan upah. Namun, kita perlu hati-hati dalam mengidentifikasi keduanya, karena tidak semua pekerja adalah buruh, tetapi buruh sudah pasti pekerja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved