Pasca Lebaran, RSUD Batara Guru Luwu Didominasi Pesien Diare dan Maag
Direktur RSUD Batara Guru, dr Daud mengaku, pihaknya mendata sedikitnya ada 895 pasien rawat inap.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Pasca lebarab Idulfitri 1445 H, ratusan masyarakat Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan mendapatkan perawatan inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru.
Direktur RSUD Batara Guru, dr Daud mengaku, pihaknya mendata sedikitnya ada 895 pasien rawat inap.
"Total pasien rawat inap, total ada 895 orang," jelasnya saat dikonfirmasi Tribunluwu.com, Rabu (17/4/2024).
Kata dr Daud, penyakit yang diderita pasien berbeda-beda.
Untuk kategori pasien anak, rata-rata pasien mengidap gangguan pencernaan.
"Dari data yang masuk, pasien anak banyak diare dan demam," akunya.
Sementara untuk pasien dewasa, diisi oleh penderita Dispepsia dan jantung.
""Kalau untuk pasien dewasa itu Dispepsia atau maag. Kemudian ada jantung dan ada juga kecelakaan lalu lintas," bebernya.
Sehari sebelumnya, Pj Bupati Luwu Muh Saleh juga melakukan sidak pelayanan RSUD Batara Guru di hari pertama berkantor.
Dia bersama rombongan meninjau beberapa ruang perawatan dan poliklinik.
Direktur RSUD Batara Guru, dr Daud Mustakim yang mendampingi Pj. Bupati menyampaikan bahwa selain meninjau aktifitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, Muh Saleh melihat lokasi pembangunan Gedung CT Scan dan Gedung CathLab yang akan digunakan untuk pemasangan cincin jantung.
"Inshallah RSUD Batara Guru mendapat hibah dari Kemenkes 2 alat tersebut di Tahun 2024 ini," beber dr Daud kepada Tribunluwu.com.
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
| Direktur RSUD Takalar Turun Pantau Poli dan IGD, Pasien Gawat Jadi Prioritas di Masa WFH-WFA |
|
|---|
| Remaja 16 Tahun Nekat Curi Motor Terparkir di RSUD Batara Guru Luwu |
|
|---|
| Ketika Rujukan Ditolak, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Nyawa Pasien? |
|
|---|
| Musim Pancaroba? Ini 5 Tips Kesehatan ala Direktur RSUD Batara Guru dr Daud |
|
|---|
| Pelayanan RS Maryam Takalar Disorot, Pasien Sesak Napas Tak Dapat Pertolongan Pertama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rsuu-ddd.jpg)