Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HJB 694

2 Tahun Tak Dilibatkan, Pemkab Bone Kembali Minta Bissu Ambil Peran di Perayaan HJB 694

Dua tahun tidak dilibatkan, tokoh spritual suku Bugis, Bissu ikut andil dalam perayaan Hari Jadi Bone (HJB) 694.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
dok pribadi
Potret Bissu Bone saat melakukan ritual mattompang arajang. 

TRIBUNBONE.COM, BONE- Dua tahun tidak dilibatkan, tokoh spritual suku Bugis, Bissu ikut andil dalam perayaan Hari Jadi Bone (HJB) 694.

Hal tersebut diungkapkan Puang Matoa Bissu, Syamsu Bahri

"Alhamdulillah tahun ini diikutkan lagi berpartisipasi, setelah dua tahun tidak dilibatkan," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Rabu (3/04/2024). 

"Tadi sore masuk suratnya untuk ikut ambil peran dalam perayaan HJB 694," tambahnya.

Baca juga: 270 Guru Honorer di Bone Ingin Diangkat Jadi PPPK Tanpa Tes

Sejauh ini, pihaknya belum membahas mengenai biaya operasional untuk perlengkapan. 

"Tadi kan suratnya hanya memberitahukan atau diundang untuk ikut. Belum dibahas mengenai biaya operasional apakah ditanggung oleh Pemkab atau kami," katanya.

"Jika ditanggung oleh kami, kami juga tidak bisa. Karena kan waktu kami sering diikutsertakan yang tanggung semua itu Pemkab," ujarnya. 

Baca juga: Kronologi 3 Warga Bone Ditangkap Gegara Narkoba, 1 Wanita dan 2 Pria

Ia meminta Pemkab Bone dalam perayaan HJB tahun ini, tidak mengikutsertakan pihak lain dalam prosesi mattompang arajang. 

"Kemarin itu ada juga diundang pihak lain. Sehingga dicampur jadi kan tidak sakralmi. Ka beda dia caranya, kami juga beda caranya" ujarnya. 

Diketahui, HJB ke-694 akan diperingati lewat rapat paripurna istimewa, Sabtu, (6/4/2024). 

Selanjutnya, kegiatan Semarak Mattompang Arajang atau pembersihan benda pusaka peninggalan Kerajaan Bone dilaksanakan 20 April 2024.

Bissu Tak Dilibatkan di Puncak Acara HJB 692

Untuk pertama kalinya, Bissu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak ikut puncak perayaan Hari Jadi Bone (HJB) 692.

Diketahui, Bissu ini merupakan penasehat keagamaan pada masa kerajaan Bone.

Mereka Wanita Pria (Waria), namun tidak semua waria Bissu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved