Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2024

Penguduran Ratu Wulla Ngadu Caleg NTT II Berdampak Besar, Tak Penuhi Syarat Keterwakilan Perempuan

Cita-cita untuk menempatkan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di DPR masih jauh dari kenyataan.

Editor: Ansar
Pos Kupang
Anggota Fraksi Nasdem DPR RI asal NTT, Ratu Wulla. Politisi Nasdem itu disebut mengundurkan diri setelah 'mengunci' satu kursi untuk DPR RI periode 2024-2029 dari Dapil NTT 2. 

Politik yang mahal dan berbiaya tinggi, persaingan ketat caleg internal dan caleg antarpartai, praktik jual beli suara yang masif, wilayah cakupan dapil yang luas, serta adanya pemilih yang belum terbuka terhadap kepemimpinan perempuan membuat peluang keterpilihan kaum hawa rendah.

”Ditambah lagi partai tidak optimal memberikan pengawalan, pendampingan, dan dukungan memadai bagi kerja-kerja pemenangan yang dilakukan caleg perempuan,” ujarnya.

Akibatnya, konfigurasi caleg perempuan yang menduduki kursi DPR akan tetap sama seperti di periode sebelumnya. 

Caleg perempuan berlatar belakang pengusaha, pesohor, dan bagian dari politik dinasti memiliki potensi besar untuk lolos.

Sebab, kekuatan modal kapital dan jejaring sosial di daerah sangat menentukan keterpilihan.

Menurut Titi, masih rendahnya persentase keterwakilan perempuan di DPR dapat berdampak pada sulitnya menghadirkan kebijakan yang inklusif dan ramah hak-hak perempuan. 

Caleg perempuan dengan persentase stagnan harus bekerja lebih keras untuk memberikan advokasi tentang isu dan kebijakan yang berpihak pada perempuan.

”Pada akhirnya, bukan tidak mungkin akan makin sulit bagi perempuan Indonesia untuk mencapai keadilan dan kesetaraan jender dalam lingkungan politik dan publik,” katanya.

Di sisi lain, dapil tanpa keterwakilan perempuan bisa menjadi contoh pendidikan politik yang buruk bagi pemilih.

Isu perempuan makin sulit diperjuangkan dan bisa dianggap bukan prioritas bagi para wakil rakyat. 

Profil Ratu Ngadu

Profil Ratu Wulla Ngadu Calon anggota legislatif (caleg) Partai NasDem daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II mengundurkan diri dari pencalonannya di DPR RI.

Padahal perolehan suara Ratu Wulla Ngadu masuk dalam daftar terbanyak.

Ratu Wulla Ngadu juga terang-terangan menyebut nama Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh setelah mundur.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan pihaknya belum bisa memastikan siapa saja caleg yang akan lolos ke parlemen, baik itu DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.

"Belum kita putuskan yang masih levelnya masih hasil pemilu berupa perolehan suara jadi untuk pemilu anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten kota," kata Hasyim saat ditemui awak media di Kantor KPU RI, Selasa (19/3/2024) malam.

Ratu Wulla Ngadu Peraih Suara Terbanyak Dapil NTT II Mundur, Terang-terangan Sebut Surya Paloh

Pasalnya, kata Hasyim, dalam proses pemilu ini ada tiga tahapan yang harus dilakukan sebelum akhirnya bisa menetapkan perolehan kursi.

Salah satunya, kata dia, harus melalui konfirmasi dari Mahkamah Konstitusi RI (MK) untuk terlebih dahulu mengetahui ada atau tidaknya sengketa hasil pemilu.

"Hasil pemilunya ada tiga, yaitu perolehan suara, kedua setelah mendapatkan konfirmasi dari Mahkamah Konstitusi apakah ada sengketa atau tidak, baru melaju ke tahap ketiga yaitu penetapan perolehan kursi, suara dikonversi menjadi kursi," kata Hasyim.

Setelah adanya penetapan perolehan kursi tersebut, kata Hasyim, selanjutnya ditetapkan siapa caleg yang berhasil lolos ke Senayan.

Adapun caleg yang lolos adalah mereka yang mendapatkan perolehan suara terbanyak.

Sementara itu, dalam persoalan Ratu Wulla ini, Hasyim menyebut belum ada penetapan hingga ke tahap tersebut.

"Dan setelah partai mendapatkan kursi, kemudian siapa calon yang berhak menduduki kursi adalah calon yang memperoleh suara terbanyak di daerah pemilihannya. Jadi, belum sampai ke situ," kata dia.

Sebelumnya, Ratu Ngadu Bonu Wulla yang menjadi caleg dari Partai NasDem nomor urut 5 di Dapil NTT II mengundurkan diri. 

Padahal, ia adalah caleg dengan perolehan suara tertinggi di dapilnya dengan meraup 76.331 suara. 

Surat pengunduran diri itu diberikan oleh saksi dari Partai NasDem kepada KPU RI dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional di Kantor KPU RI Jakarta, Selasa (12/3/2024). 

"Dalam forum terbuka ini bahwa calon anggota legislatif Partai NasDem nomor urut 5 dapil NTT II menyatakan mengundurkan diri," kata saksi. 

Surat DPP Partai NasDem itu juga sekaligus ditembuskan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. 

Jika mengikuti aturan, caleg peraih suara tertinggi urutan kedua yang berpotensi bakal maju ke Senayan menggantikan Ratu.

Caleg NasDem tertinggi kedua adalah Viktor Laiskodat yang merupakan eks Gubernur NTT. 

Ratu Ngadu Bonu Wulla adalah sosok wanita tangguh yang dikenal dengan Ratu Wulla.

Dia adalah istri dari mantan Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu.

Dari pernikahannya dengan Makus, Ratu Wulla Ngadu dikaruniai empat anak.

Saat ini, Ratu Wulla masih menjadi anggota Komisi IX DPR RI.

Ratu Wulla bertugas sebagai mitra kerja pemerintah dalam bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Ratu Wulla menjadi perempuan pertama asal Sumba yang lolos menjadi anggota DPR RI.

Ia adalah lulusan Teknik Sipil Universitas Mataram pada 2002.

Selain hanya kuliah, Ratu juga aktif berorganisasi baik intra maupun ekstra kampus.

Ia sempat menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Perjalanan aktivisnya tak berhenti meski telah lulus kuliah.

Ratu membentuk kelompok tenun bagi perempuan di Sumba Barat Daya.

Hasil tenun tersebut terkenal hingga mancanegara.

Ratu juga aktif menjadi Ketua Kadin dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumba Barat Daya. 

Pengalaman tersebut membawa Ratu meraih penghargaan sebagai Figur of Kartini Award (2016-2017), Women Inspiration Award (2016), Pelopor dan Penggerak Sekolah Ramah Anak (2017), dan The Most Indonesian Leadership Figure (2018).

Selain aktivis, Ratu juga memiliki bisnis di bidang kecantikan sejak 2003.

Ia mendirikan Ratu Salon.

Serta menjadi pimpinan dan pengajar di Lembaga Kursus Kecantikan Ratu sejak 2006.

Ratu kembali menjajal keberuntungannya menduduki kursi DPR RI pada pileg 2024.

Ia maju dari dapil II NTT dari Partai NasDem.

Ratu Wulla Ngaku Dapat Tugas dari Surya Paloh

Ratu Wulla sebenarnya sudah menyegel satu kursi di Senayan.

Ratu Wulla meraih 76.331 suara sah.

Sementara Viktor Bungtilu Laiskodat yang hanya mendapatkan 65.359 suara.

Dikutip dari Kompas.com, Ratu Wulla mengaku mendapatkan tugas lain dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Iya benar karena ada penugasan lain dari Ketum Partai NasDem Pak SP (Surya Paloh, red)," kata Ratu singkat.

Pengunduran diri Ratu sebagai calon terpilih ini tentunya membuka jalan bagi Viktor menjadi anggota DPR RI.

Viktor akan menggantikan Ratu sebagai calon terpilih DPR RI dapil NTT II.

Perolehan suara Caleg Partai Nasdem

KPU RI menetapkan perolehan suara Partai NasDem dan Caleg DPR RI Dapil NTT 2 sebagai berikut:

1. Viktor Laiskodat: 65.359 suara

2. Jacki Uly: 10.885 suara

3. Dorma Yulian Loak: 2.179 suara

4. Gidien Mbilijora: 11.170 suara

5. Ratu Ndadu Bonu Wulla: 76.331 suara

6. Agustinus Nahak: 12.348 suara

7. Raymundus Sau Fernandes: 18.629 suara. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Mundurnya Ratu Wulla Mengurangi Keterwakilan 30 Persen Perempuan di DPR RI

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved