Opini
Kapan Awal Ramadhan 2024?
Penetapannya, tinggi hilal yang dapat dirukyat saat matahari terbenam, paling minimal 3 derajat dan elongasinya 6,4 derajat.
Andi Muh. Akhyar, M.Sc.
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Falak King Abdulaziz University, Saudi Arabiyah
Pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN secara resmi menerapkan kriteria baru penetapan awal bulan hijriyah pada tanggal 8 desember 2021.
Kriteria ini dikenal dengan nama kriteria Neo-MABIMS.
Neo-MABIMS didasarkan pada hasil penelitian bertahun-tahun terkait rukyatul hilal dari dua Ahli Astronomi Internasional, Muhammad Ilyas dari Malaysia dan Muhammad Odeh dari Jordania.
Penetapannya, tinggi hilal yang dapat dirukyat saat matahari terbenam, paling minimal 3 derajat dan elongasinya 6,4 derajat.
Kriteria tersebut kemudian dijadikan acuan oleh pemerintah dalam pembuatan kalender hijriyah dan menjadi syarat verifikatif terhadap hasil rukyat awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Jika hilal yang dilihat oleh perukyat sama dengan atau lebih besar dari ketinggian dan elongasi minimal tersebut, maka persaksiannya dterima.
Sebaliknya, jika ada yang mengaku melihat hilal dibawah batas minimal tersebut, maka persaksiannya ditolak.
Pemerintah lebih percayai kredibilitas ulama Falak (ilyas dan Odeh) yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam rukyatul hilal.
Dalam tinjauan fiqh, pemerintah berpijak pada pandangan ulama Syafiiyah Syaikh Taqiyuddin ab-Subhki rahimahullah (wafat 756 H).
Menurutnya, apabila secara hisab menunjukkan tidak mungkin melihat hilal kemudian ada orang yang mengaku melihat hilal, maka persaksian orang tersebut tertolak.
Pada hari Ahad, 29 Sya’ban 1445 H, bertepatan dengan 10 Maret 2024, pemerintah dan ormas Islam akan mengadakan rukyatul hilal awal bulan Ramadan.
Berdasar pada data ilmiah astronomis, tinggi hilal maksimal di Indonesia hanya mendekati satu derajat, bahkan sebagian wilayah timur hilalnya masih di bawah ufuk.
Demikian pula elongasinya yang hanya berkisar 1 – 2 derajat saja.
| Merawat Kemerdekaan di Tengah Krisis Ekologis |
|
|---|
| Tanaman Jungrahab Kalimantan: Dari Tradisi ke Potensi Antiinflamasi |
|
|---|
| Mengapa Harmonisasi Pembangunan Daerah Harus Melibatkan Universitas |
|
|---|
| Hukum yang Hidup dalam Peraturan Daerah |
|
|---|
| Menunaikan Komitmen Moral sang Proklamator Adalah wujud Amal Jariah Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/andi-muh-akhyar-msc-2-2652021.jpg)