Suara Asal Panakkukang dan Tamalate Belum Masuk ke KPU Makassar, Ada Apa?
Padahal batas akhir perhitungan suara tingkat kecamatan sudah selesai pada Sabtu 2 Maret 2024 kemarin.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kecamatan Tamalate dan Panakkukang paling lambat setorkan kotak ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar.
Dua kecamatan ini belum menyelesaikan perhitungan suara mereka di tingkat kecamatan.
Padahal batas akhir perhitungan suara tingkat kecamatan sudah selesai pada Sabtu 2 Maret 2024 kemarin.
Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Makassar Sri Wahyuningsih mengatakan proses rekapitulasi di Kecamatan Panakkukang dan Tamalate memang terbilang cukup lama.
"Sisa Tamalate dan panakukang, yang lain kota nya sudah masuk," katanya saat dihubungi, Selasa (5/3/2024).
Sri mengaku, keterlambatan itu sudah dibicarakan dengan KPU Provinsi dan KPU RI.
Dimana, kata Sri KPU RI sudah mengeluarkan surat berisi semua proses rekapitulasi diselesaikan hingga selesai.
"Memang ada rentang waktu yang ditentukan, tapi kalau tidak selesai hari ini kita masih diberi waktu untuk diselesaikan sampai selesai semu kecamatan," ujarnya.
Proses rekapitulasi di Kecamatan Panakkukang, kata Sri, memang cukup panjang.
Dimana seharusnya waktu yang diberikan hanyalah hingga 2 Maret saja.
"Kenapa tanggal 5 belum di antar karena memang ada proses singkronisasi kembali," ungkapnya.
Proses singkronisasi, lanjut Sri, memang membutuhkan waktu yang lama.
Hal itu dikarenakan harus memasukan semua tanda yangan dari setiap saksi.
"Dan tanda tangan itu ternyata butuh waktu sehari, karna sampai seribuan lembar di tanda tangani setiap orang," jelasnya.(*)
| Ujung Pandang Genjot Urban Farming, Camat Turun Langsung Pantau 10 Kelurahan |
|
|---|
| Makassar Kota Tingkat Kecelakaan Tertinggi di Sulsel |
|
|---|
| Pemkot Makassar Kejar Sistem Sanitary Landfill, Ketua RT dan RW Diminta Aktif Kurangi Sampah |
|
|---|
| Profil Suryani dan Dedikasinya Memimpin 700 Jiwa di RT Parangtambung Makassar |
|
|---|
| Siapa Ari Risky Indah? Pengusaha Beli Material Gedung DPRD Makassar Rp1 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tknis-222.jpg)