Makassar Kota Tingkat Kecelakaan Tertinggi di Sulsel
Muhammad Awaluddin, mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kecelakaan, khususnya korban fatal
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Makassar kota rawan kecelakaan di Sulsel
- Mulai dari Kecamatan Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Tamalate
- Hal ini membuat PT Jasa Raharja membuat langkah kongkrit untuk menekan tingkat kecelakaan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kota Makassar masih menjadi daerah dengan tingkat kecelakaan terbanyak di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Berdasarkan pemetaan dari Polada Sulsel, Kota Makassar tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi, terutama pada sejumlah titik rawan atau black spot.
Mulai dari Kecamatan Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Tamalate.
Hal ini membuat PT Jasa Raharja membuat langkah kongkrit untuk menekan tingkat kecelakaan.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kecelakaan, khususnya korban fatal.
"Ini forum diskusi keselamatan transportasi yang merupakan kolaborasi lintas sektor untuk menekan tingkat peristiwa kecelakaan dan khususnya fatalitas atau korban yang mengakibatkan terjadinya tingkat kecelakaan yang membuat kematian," katanya kepada Tribun Timur, Senin (13/4/2026).
Manurutnya, kolaborasi dari lintas sektor dapat menggerakkan banyak pihak karena masing-masing komponen memiliki potensinya masing-masing.
"Nah sehingga dalam konteks ini kesepakatan yang ingin kita ambil adalah satu, kita bisa melakukan sosialisasi dan edukasi yang memang kita akan lakukan secara masif dan yang membedakan adalah sosialisasi dan edukasi yang mempertimbangkan faktor-faktor risiko dan sekaligus memitigasinya," ujarnya.
Lanjut Awaluddin, mereka tidak ingin hanya melakukan penanganan kecelakaan ataupun penyerahan santunan, melainkan pencegahan pada kecelakaan.
"Karena memang yang lebih baik dari apa yang kita lakukan secara preventif itu adalah bagaimana kita bisa mencegah peristiwa kecelakaan dan korban fatalitasnya. Jadi bukan hanya sekedar menangani terhadap peristiwa kecelakaan itu sendiri," ungkapnya.
Oleh karena itu, kata dia, penanganan-penanganan tersebut dituangkan dalam berbagai ide dan inisiatif baru.
"Salah satunya adalah memberikan edukasi dan sosialisasi langsung misalnya kepada komunitas yang memang kesehariannya di jalan. Komunitas ojol, komunitas pemudi, dan juga pekerja komputer tadi," jelasny.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pria Budi, mengungkapkan bahwa Kota Makassar menjadi daerah dengan titik rawan kecelakaan terbanyak di Sulawesi Selatan.
“Dari seluruh selatan, yang ada yang kita mengacu pada titik black spotnya berada di Kota Makassar, memiliki beberapa titik black spot, daerah Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Tamalate," katanya.
Tingkat kecelakaan tertinggi terjadi karena faktor melawan arrus jalan.
"Banyak dari masyarakat kita di Makassar salah satunya adalah kebanyakan itu melanggar arus, itu yang paling tinggi yang ada terjadi di Makassar," jelasnya
"Kami sudah melakukan upaya-upaya pre-emptive, preventive, pembinaan, pencegahan maupun represif di wilayah tersebut," tambah dia.
| Pemkot Makassar Kejar Sistem Sanitary Landfill, Ketua RT dan RW Diminta Aktif Kurangi Sampah |
|
|---|
| Profil Suryani dan Dedikasinya Memimpin 700 Jiwa di RT Parangtambung Makassar |
|
|---|
| Siapa Ari Risky Indah? Pengusaha Beli Material Gedung DPRD Makassar Rp1 M |
|
|---|
| Semangat Juang PSM Makassar Kembali, Modal Keluar dari Tekanan |
|
|---|
| 1.304 Kasus Suspek Campak di Sulsel: Wajo, Sinjai, Luwu dan Makassar Status KLB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260413-Muhammad-Awaluddin-dan-Pria-budi.jpg)