Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar Kejar Sistem Sanitary Landfill, Ketua RT dan RW Diminta Aktif Kurangi Sampah

Sejak beroperasi pada 1993, kawasan seluas 16,8 hektare tersebut menjadi lokasi utama pembuangan sampah Makassar. 

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Erlan Saputra
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Helmy Budiman, terus menginstruksikan RT dan RW untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah menuju sistem sanitary landfill di TPA Antang. 

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempercepat transformasi pengelolaan sampah dengan menargetkan penerapan sistem sanitary landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. 

TPA ini berada di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. 

Sejak beroperasi pada 1993, kawasan seluas 16,8 hektare tersebut menjadi lokasi utama pembuangan sampah Makassar

Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembenahan di hilir, tetapi juga mendorong peran aktif RT dan RW dalam mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengungkapkan perubahan sistem dari open dumping ke sanitary landfill sebagai langkah strategis. 

Upaya ini dilakukan demi menekan dampak lingkungan, termasuk pencemaran air lindi di kawasan TPA.

“Ke depan, sampah yang masuk ke TPA akan disortir secara ketat. Tidak boleh lagi ada sampah organik masuk. Artinya, pengelolaan harus dimulai dari hulu,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 1.043 ton per hari, Pemkot Makassar menghadapi tantangan besar dalam mengurangi beban TPA Antang. 

Karena itu, Pemkot Makassar mulai mendorong penguatan sistem pengelolaan berbasis masyarakat melalui RT dan RW di seluruh wilayah.

RT dan RW diharapkan tidak hanya berperan administratif. 

Mereka juga diminta menjadi penggerak lingkungan dengan mengajak warga memilah sampah, mengelola sampah organik secara mandiri.

Terlebih memanfaatkan fasilitas seperti bank sampah, komposter, dan biopori.

“Kalau tidak dikembangkan di wilayah, maka akan jadi pertanyaan sampah ini mau dibuang ke mana. Peran wilayah, termasuk RT dan RW, sangat menentukan,” tegas Helmy.

Di sisi lain, pembenahan di TPA Antang juga terus dilakukan secara bertahap. 

DLH Makassar tengah mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk menata gunungan sampah, memperbaiki zonasi pembuangan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved