Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kilas Tokyo

Etika Sejak Dini

Sering kita mendengar bahwa sekolah di Jepang diyakini punya perhatian besar untuk pendidikan etika. Ini tidak salah.

Editor: Sudirman
tribun timur
Penulis adalah praktisi bidang energy dan smart city asal Sulsel. Bermukim di Tokyo 

Oleh: Muh. Zulkifli Mochtar

Apa yang membedakan sistem belajar anak sekolah di Indonesia dan Jepang?

Sering kita mendengar bahwa sekolah di Jepang diyakini punya perhatian besar untuk pendidikan etika. Ini tidak salah.

Meski bukan mata pelajaran khusus - nilai nilai moral, kerjasama tim, keteraturan dan kedispilinan selalu diselipkan harmonis dalam mata pelajaran.

Sebelum pulang, siswa menyapu dan membersihkan kelas. Setelah jam sekolah, siswa juga disibuki kegiatan extrakurikuler ‘bukatsu’ hingga menjelang malam.

Banyak siswa SMA mulai bekerja part time di restoran hingga jam 10 malam, dengan upah sekitar 1000 yen (110 ribu rupiah) per jam.

Anak SMA mulai terlatih menggunakan personal schedule dan mulai dibiasakan dengan perencanaan waktu ketat setiap hari.

Bagaimana pola pembelajarannya? Sebagai orang tua dari tiga anak, saya bisa merasakan lima hal.

Pertama, pengajaran mengedepankan semangat tim dan penghargaan kepada orang lain.

Meski tanpa mata pelajaran khusus, pemupukan karakter ini disisipkan di kegiatan pengajaran.

Pola belajar didominasi kerja kelompok dan diskusi tim.

Sebagai contoh, makan siang ‘kyushoku’ dilakukan bersama sekitar 45 menit di kelas.

Makanan disiapkan bersama, setelah selesai juga dibereskan secara bersama.

Kedua, berusaha melatih keteraturan sejak dini. Dalam bentuk apa?

Dimasukkan implisit dalam semua aktifitas seharian siswa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved