Pemilu 2024
Aplikasi Sirekap KPU Sering Error
Persoalan tersebut mengenai aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kerap galat(error).
*KPPS Mengeluh Tidak Bisa Login Walau Sudah Registrasi
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Persiapan demi persiapan menjelang pencoblosan Pemilihan Umum 2024 terus dilakukan.
Salah satunya yang dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Namun, dua hari menjelang pemilu tahun 2024 berbagai masalah masih ditemui.
Persoalan tersebut mengenai aplikasi sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kerap galat (error).
Sebagaimana diketahui, aplikasi Sirekap adalah sistem perhitungan baru yang digunakan KPU.
Sistem ini menggantikan Sistem informasi penghitungan suara (Situng).
Nantinya KPPS yang bertugas di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) wajib melakukan registrasi guna menginput hasil penghitungan suara ke aplikasi Sirekap.
Ketua KPPS TPS 082 Bumi Cilebut Damai, Bogor, Jawa Barat, Arif Rahman Hakim menyebut anggotanya yang diberi tugas menginput data hasil penghitungan suara kesulitan akses masuk atau log in ke aplikasi Sirekap.
"Sudah registrasi tetapi enggak bisa login atau masuk," ujar Arif saat ditemui Tribun, Minggu (11/2/2024).
Menurutnya, KPPS sudah beberapa kali mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Panitia Pemungutan Suara(PPS) tingkat desa. Selama dua kali mencoba itu aplikasi Sirekap kerap tidak bisa dipergunakan.
"Ini lagi bimtek(bimbingan teknis) belajar aplikasi tapi error terus," ujarnya.
Sementara itu Anggota KPPS TPS 083 Bumi Cilebut Damai, Bogor, Jawa Barat, Fathan menyebut saat bimbingan teknis dilakukan di kantor desa Cilebut Barat petugas PPS mewanti-wanti apabila aplikasi Sirekap tetap galat(error) ketika hari pemungutan suara dan penghitungan suara maka dirinya diminta memotret hasil penghitungan suara dan berita acara pemungutan suara dengan gawai(telepon seluler) ke PPS tingkat desa.
"Nanti dikirim dalam bentuk PDF fotonya," kata Fathan.
Selain aplikasi Sirekap yang galat(error), KPPS juga mengeluhkan minimnya surat suara cadangan di TPS 082 yang minim. Padahal jumlah Daftar Pemilih Tambahan(DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus(DPK) jumlahnya banyak dan tidak sebanding dengan ketersediaan surat suara cadangan.
pemilihan umum
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara
Jawa Barat
Alfons Tanujaya
Komisi Pemilihan Umum
| Ingat Yusran Tajuddin Ketua KPU Bone Terseret Kasus Markup Suara Caleg Sulsel? Segera Disidang DKPP |
|
|---|
| Daftar 9 Caleg Terpilih Mundur Jadi Anggota DPRD Sulsel Demi Maju Pilkada, Siapa Calon Penggantinya? |
|
|---|
| Ketua Bawaslu Mardiana Rusli: Tidak Ada Larangan Penyelenggara Pemilu Bicara ke Media |
|
|---|
| Sosok Legislator PKS Nur Huda Waskitha Naik Motor Butut saat Pelantikan tapi Ternyata Jutawan |
|
|---|
| 8 Caleg Terpilih DPRD Sinjai Terancam Tak Dilantik, Dominasi Jagoan Nasdem-Golkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TPS-Rawan.jpg)