Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Murid SD Dipaksa Nonton Film

Benarkah Murid SD Wajib Nonton Film 'Pulang Tak Harus Rumah'? Kadis Pendidikan Makassar Buka Suara

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin buka suara terkait pelajar yang diimbau untuk menonton film Pulang Tak Harus Rumah. 

|
Editor: Sakinah Sudin
DL Entertainment
Poster Film Pulang Tak Harus Rumah karya sineas Makassar. Film ini tayang di biosko sejak Senin 15 Januari 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa hari terakhir, Film Pulang Tak Harus Rumah jadi perbincangan, khususnya di kalangan orang tua siswa.

Viral di sosial media, orang tua mengeluh anak sekolah, baik SD maupun SMP diminta untuk menonton film karya sineas lokal itu.

Diketahui dalam film tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Makassar Muhyiddin ikut berperan.

Ia melakoni karakter sebagai kepala sekolah dalam film berdurasi 79 menit tersebut

Film garapan sutradara Rusmin Nuryadin itu tayang sejak 15 Januari lalu. 

Setelah viral, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin buka suara terkait pelajar yang diimbau untuk menonton film Pulang Tak Harus Rumah

Muhyiddin menjelaskan, imbauan tersebut sifatnya tidak mewajibkan atau memaksa.

Artinya, keputusan untuk menonton film tersebut tergantung dari murid atau orang tua masing-masing. 

Kata Muhyiddin, ini menjadi salah satu pembelajaran outing class, apalagi Film tersebut mengandung nilai pendidikan di dalamnya. 

"Itu bukan wajib kita mengimbau saja ke sekolah sebagai pembelajaran outing class, apalagi itu ada dalam bentuk pendidikan," ucap Muhyudin kepada Tribun Timur, Sabtu (20/1/2024) malam. 

Hal itu juga sebagai upaya untuk mengapresiasi karya-karya sineas lokal, dimana pemain hingga sutradaranya berasal dari Makassar

Lanjut Muhyiddin, film itu tidak hanya direkomendasikan kepada peserta didik, masyarakat secara umum juga diimbau untuk menonton. 

Dalam film itu ada nilai edukasi, termasuk perwujudan visi dan misi Pemerintah Kota Makassar yaitu 18 revolusi pendidikan. 

Selain itu, ada juga nilai-nilai budayanya, pendidikan karakter, literasi, dan bisa mengubah kebiasaan anak menjadi lebih baik. 

"Tapi kan bukan berarti ini kewajiban, banyak orang memberi respon positif saat menonton, saya sudah sampaikan ke orang tua dan sekolah yang inventarisir saja yang mau nonton, ada imbauan ke sekolah tapi bukan kewajiban," jelasnya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved