Opini
Meneladani Pahlawan
Ia menjadi relevan sebagai pijakan berpikir dalam merefleksikan betapa pentingnya menapaktilasi perjuangan para pahlawan
Sejarah sebagai suatu konstruksi sosial yang terus berkembang dan dikontrol oleh kekuatan yang eksploitatif dan eksploratif, maka perlu di dekonstruksi dengan mengkritisinya secara kontinyu dan mendalam.
Sejarah adalah repetisi, pengulangan dinamika psiko, sosio, politik dan kebudayaan yang bisa kita sederhanakan sebagai pranata sosial di era sebelumnya.
Ia membentuk bangunan sosial baru berdasarkan konteks yang menyertainya, tentu dengan subyek dan obyek yang berbeda.
Jejak Altruisme
Dalam konteks itulah, kita mencoba menjejaki kembali jalan perjuangan dan warisan keteladanan mereka.
Bagaimana etos yang terus berkobar dan tak pernah lekang, meski menghadapi tantangan yang sungguh tidak mudah.
Pengorbanan yang tak terkira, termasuk resiko di penjarakan bahkan kematian.
Mereka tak pernah surut memperjuangkan bangsanya, mewaqafkan dirinya untuk kemaslahatan rakyat serta kedaulatan negara.
Sejarah Indonesia modern yang ditandai dengan pergulatan atau upaya mengokohkan rasa nasionalisme sebagai sebuah nation state.
Dr Wahidin Soedirohusodo menghentak kesadaran kaum muda untuk bergerak bersama melawan kolonialisme, sebab tanpa persatuan yang direkatkan oleh pikiran se-bangsa, se-tanah air dan senasib, maka kemerdekaan hanyalah utopia.
Gelora nasionalisme yang dicetuskan oleh gerakan Boedi Oetomo semakin tertanam kuat dan menginspirasi kaum muda untuk membebaskan diri dari penjajahan, demi menata masa depan yang lebih bermartabat.
Boedi Oetomo, Sarikat Dagang Islam yang berubah menjadi Sarikat Islam dan Sumpah Pemuda merupakan simpul-simpul perjuangan awal yang tumbuh secara organik dan mulai terlembagakan atas dasar sentimen nasionalisme.
Kesadaran sebagai satu kesatuan, kolektifitas atau komunalitas di atas keragaman agama, suku, bahasa dan budaya yang mewujud menjadi negara bangsa.
Pencapaian puncak dari seluruh ikhtiar dalam merebut kemerdekaan yang dilakukan para pendiri bangsa kita adalah ketika deklarasi kemerdekaan yang dituangkan sebagai Proklamasi yang dibacakan oleh dwitunggal Soekarno-Hatta.
Proklamasi merupakan ikrar kebangsaan kepada dunia sebagai penanda lahirnya negara berdaulat, bangsa yang terbebas dari belenggu penjajahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muzakkir-Djabir-Peminat-Isu-isu-Sosial-Politik.jpg)