Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KPU Jeneponto

Putra Daerah Enrekang Prof Arrijani Jadi Ketua Timsel KPU Jeneponto

Guru besar Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unima ini merupakan putra kelahiran Kabupaten Enrekang, 15 Juni 1968.

|
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Timsel Resmi membuka pendaftaran di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Selasa (24/10/2023). Prof Arrijani (tengah) dimandatkan jadi Ketua Tim Seleksi Calon KPU Jeneponto Periode 2024-2029.  

Dosen Universitas Negeri Manado (Unima) ini juga menegaskan, calon pendaftar harus mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil.

"Serta memiiki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, dan kapartaian," kata Prof Arrijani.

Di samping itu, calon pendaftar harus memenuhi syarat tidak pernah dikenai sanksi pemberhentian tetap dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Calon pendaftar juga diwajibkan mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila nantinya telah terpilih menjadi komisioner.

Hal itu dibuktikan dengan surat pernyataan.

Kemudian, tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Terutama melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Ada dua cara proses pengambilan dan pengajuan formulir pendaftaran calon penyelenggara pemilu.

Pertama, mengunduh formulir pendaftaran melalui aplikasi SIAKBA yang dapat diakses melalui laman KPU.go.id.

Kemudian formulir tersebut wajib diisi dan diunduh kembali lewat aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc (SIAKBA) melalui laman https://siakba.kpu.go.id/.

Kedua, pendaftar wajib mengantarkan langsung formulir yang telah diunduh tersebut ke kantor sekretariat timsel di Hotel Seraton Sekretariat Timsel Ruangan Toraja H Lt.3, Hotel Fourpoint Makassar.

"Jadi pada prinsipnya proses seleksi ada tiga tahapan, mulai seleksi administrasi, seleksi tertulis dan psikologi. Dan tes wawancara dan kesehatan," ujarnya.

Prof Arrijani berharap, dalam pendaftaran itu semoga masyarakat untuk menjadi calon komisioner tingkat animonya tinggi.

"Dan paling penting adalah kita optimis bisa melahirkan penyelenggara yang independen dan transparansi. Bukan hanya punya kapasitas, tetapi harus berintegritas dan independensi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved