Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hanya Persoalan Cara 

Ketika usai melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Wanita Syarikat Islam se-Bolaang Mongondow Raya, 15 Oktober 2023.

Editor: Sudirman
M Dahlan Abubakar
M Dahlan Abubakar, Wartawan Senior 

Dari Solo ke Jakarta

Hasil wawancara Rocky Gerung dengan M.Jusuf Kalla (JK) di RG TV Channel yang saya rekam beberapa bulan lalu, mungkin menarik bagi kita dalam membantu melihat latar belakang  proses politik yang dijalani Joko Widodo menjadi gubernur hingga presiden.

Saya sengaja mengungkit kembali wawancara  ini agar publik maklum dalam memaknai ‘akrobatik politik’ yang terjadi akhir-akhir ini. 

Ketika menghadiri suatu seminar yang dilaksanakan PDI-P di Jawa Tengah, saat itulah pertama kali Pak JK melihat penampilan Joko Widodo. Penampilannya yang ‘ndeso’ dan sederhana ternyata menarik perhatian Pak JK.

Pak JK pun menyampaikan kepada Cahyo Kumolo (alm.) – Sekjen PDI-P kala itu – perihal rencana memboyong Jokowi ke Jakarta. Cahyo Kumolo pun diminta menghubungi Wali Kota Solo itu bergabung dalam acara makan. 

“Bagaimana kalau masuk Jakarta,”  kata Pak JK.

“Saya tidak punya partai,” jawab Joko Widodo mendengar tawaran Pak JK.

“Nanti saya uruskan,” Pak JK menawarkan karena melihat reputasi Joko Widodo membangun Kota Solo.

Bertepatan pula waktu itu, Pak JK meminta kepada Fauzi Bowo  (Gubernur DKI waktu itu) untuk membangun sebuah tower dengan 1000 kamar. 

Fauzi Bowo akhirnya  membangun satu tower di Kalibata yang ternyata tidak mengalokasikan sebagian kamar untuk mereka yang tidak mampu dan miskin.

Pak JK menegaskan, pembangunan tower seperti itu harus mengalokasikan 20-30 persen fasilitasnya untuk rakyat yang tidak mampu. 

“Ini pembangunannya tidak pro-rakyat,” kata Pak JK dalam perbincangan selama satu jam dengan Rocky Gerung. Melihat Fauzi Bowo tidak memiliki ‘perspektif’ masa depan yang signifikan memimpin Jakarta, Pak JK pun menghubungi Ibu Megawati Soekarno perihal rencananya memboyong Jokowi ke Jakarta ini. Dia melihat Jokowi lebih ada harapan. 
“Meskipun keadaannya sekarang lebih berbeda,” kata JK.

Dua kali Pak JK mencoba berkomunikasi dengan Ibu Mega, tetapi belum ada respon. Namun satu bulan kemudian, Ibu Mega setuju. Jokowi pun diusung PDI-P masuk dalam kontestasi pemilihan Gubernur DKI.

Namun baru setahun, tiba-tiba nama Jokowi juga menguat dan berkeinginan menjadi calon presiden.

“Bagaimana ini, pendapat Pak JK yang kontroversi itu?,” tanya Rocky Gerung.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved