Warga Sorowako Tolak Nama Andalan
Warga Sorowako Tak Berdaya Hadapi 'Pasukan' Sudirman, Bandara Andalan Datuk Pattimang Diresmikan
KWAS terdiri dari orang dewasa dan ibu rumah tangga aksi menolak tegas pergantian nama Bandara Sorowako menjadi Andalan Datuk Pattimang.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Ansar
Adapun nama Andalan Datuk Pattimang ini digunakan karena telah mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi Sulsel.
"Saya sudah diperintahkan (gubernur) untuk mengganti nama bandara sesuai dengan mekanisme, silahkan ingatkan saya,"
"Saya juga sudah bersurat kan (terkait nama bandara). Soal pergantian nama akan berproses, saya akan bersurat ke DPRD untuk diteruskan ke provinsi," kata Budiman.
Massa pun belum puas, mereka meminta papan nama yang tertulis Bandara Andalan Datuk Pattimang agar dibongkar.
Ketua KWAS, Andi Baso Makmur, berusaha menenangkan massanya. Ia mengajak untuk sama-sama mengawal ke DPRD perihal pergantian nama bandara.
"Saya minta, karena ini sudah berproses, saya minta untuk menunggu prosesnya. Soal pembongkaran, nanti kita kena pasal perusakan," ujar Andi Baso Makmur.
Sebelumnya, Andi Baso Makmur mengatakan alasan penolakan nama Bandara Sorowako menjadi Bandara Andalan Datuk Patimang.
Menurutnya, pergantian nama ini menghilangkan unsur kearifan lokal.
Andi Baso mencurigai, jika ada ego tersendiri dalam pemberian nama baru ini yang mengarah ke tujuan politik.
Seperti penyematan kata 'Andalan' yang merupakan slogan politik Gubernur Sulsel saat ini.
"Kami tidak mau ada nuansa politik masuk dalam penamaan Bandara Sorowako. Kami tegas menolak nama baru Bandara Sorowako," kata warga yang protes. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bandara-Sorowako-yang-kini-berganti-nama-menjadi-Bandara-Andalan-Datuk-Pattimang.jpg)