Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Direktur Strategi dan Pemenangan Parameter Publik Indonesia: Erwin Aksa Tak Lupa Sahabat

Bagi sebagian orang tampaknya sulit. Tapi tidak bagi Erwin Aksa. “Saya pilih tidak mau kehilangan teman atau sahabat,” tegas Erwin Aksa.

|
Editor: Ari Maryadi
ISTIMEWA
Andi Taufiq Aris, Direktur Strategi dan Pemenangan Parameter Publik Indonesia 

Oleh: Andi Taufiq Aris
Direktur Strategi dan Pemenangan Parameter Publik Indonesia

TRIBUN-TIMUR.COM - Kadang kita dihadapkan pada pilihan yang dilematis. Seperti berikut ini. Pilih mana: kehilangan sahabat atau rugi uang Rp 1 miliar

Bagi sebagian orang tampaknya sulit. Tapi tidak bagi Erwin Aksa. “Saya pilih tidak mau kehilangan teman atau sahabat,” ujarnya tegas.

Menurut Erwin, persahabatan jauh lebih pen¬ting daripada uang. Apalagi mencari sahabat dan memelihara persahabatan jauh lebih sulit diban¬ding¬kan mencari uang.

“Persahabatan tersebut sa¬ngat penting bagi siapa saja. Karena itu janganlah karena masalah kecil, persahabatan menjadi rusak.”

Prinsip yang demikian menjadikan Erwin mempunyai ba¬nyak sahabat. Banyak kalangan mengenalnya sebagai orang yang senang bersahabat.

Dengan banyaknya sahabat, menurut Erwin, maka urus¬an yang susah bisa menjadi lancar. Sebaliknya, kalau tidak ada sahabat, urusan yang mestinya gam¬pang bisa menjadi susah. “Jadi, sangat penting untuk memperbanyak sahabat.”

Dimata teman, sahabatnya maupun koleganya di dunia bisnis, Erwin dikenal sebagai sosok kawan yang hangat dan cepat akrab. Selain akrab, ia juga dikenal “ringan tangan” membantu sohibnya yang dalam kesulitan. Dan setiap berjumpa dengan mereka selalu ia saling berkabar.

“Kalau tidak ada teman dan sahabat, pekerjaan besar tidak akan se¬lesai,” katanya suatu ketika.

-----------

Prinsip tersebut kadang terdengar klise. Bagi sebagian orang boleh jadi mudah diucapkan. Tapi terasa sulit dipraktekkan. Dan seorang Erwin Aksa sudah membuktikan. Bukan sekedar omongan apalagi wacana semata. Ia pernah melewati fase kritis.

Mungkin anda sudah tahu. Pernah suatu ketika, DPP Partai Golkar “memecat” dirinya sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UKM, lantaran Erwin memilih mendukung pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada kontestasi Pilpres 2019.

Keputusan pemecatan itu dikeluarkan secara resmi oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta. Dalam surat keputusan yang dibacakan Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily disebutkan bahwa pemberhentian itu berkaitan dengan sikap Erwin yang telah secara resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"DPP Partai Golkar telah mengambil keputusan untuk memberhentikan saudara Erwin Aksa dari posisi di DPP Partai Golkar sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UKM," kata Ace.

Sikap politik Erwin mendukung Prabowo-Sandi disebutkan berseberangan dengan amanat musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Golkar pada tanggal 20 Desember 2017 lalu. "Salah satu amanat Munaslub ini adalah dukungan Partai Golkar bagi Presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2019," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved