Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Direktur Strategi dan Pemenangan Parameter Publik Indonesia: Erwin Aksa Tak Lupa Sahabat

Bagi sebagian orang tampaknya sulit. Tapi tidak bagi Erwin Aksa. “Saya pilih tidak mau kehilangan teman atau sahabat,” tegas Erwin Aksa.

|
Editor: Ari Maryadi
ISTIMEWA
Andi Taufiq Aris, Direktur Strategi dan Pemenangan Parameter Publik Indonesia 

Dia menyatakan bahwa setiap kader Golkar wajib mematuhi dan menjalankan forum keputusan tertinggi Partai Golkar itu dengan sungguh-sungguh. "Keputusan pemberhentian Sdr. Erwin Aksa mulai berlaku sejak hari ini."

Posisi Ketua Bidang Koperasi dan UKM yang lowong usai ditinggal Erwin akan digantikan oleh politisi Golkar, Andi Rukman Nurdin Karumpa. Andi Nurdin adalah Sekretaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).

Erwin Aksa mengakui bahwa dirinya dan Cawapres Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati. Keduanya sama-sama tercatat sebagai mantan Ketua Umum HIPMI dan sama-sama aktif di KADIN.

“Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki,” ujarnya berterus terang.

“Saya sadar dan memahami konsekuensi dari partai, yang pada saat itu saya tidak sejalan dengan partai. Namun langkah saya ini bukan berarti tidak taat asas, tapi demi persahabatan saya dengan Sandiaga Uno,” ujarnya.

Bagi Erwin, pilihannya mendukung sahabat tersebut adalah pilihan pribadi. Dan toh dalam hal kampanye dan sosialisasi Capres-Cawapres selama ini, dirinya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar.

Menurut Erwin, bukankah setiap warga negara berhak untuk memilih sesuai dengan pilihan hati nuraninya dan hak tersebut dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang.

“Pilihan saya ini adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye dan sosialisasi Capres-Cawapres selama ini saya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar,” tegasnya.

Dalam pandangan politik Erwin, bahwa dinamika politik dan perbedaan pilihan ini merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi. “Perbedaan itu harus disikapi secara bijak dan tidak perlu dipandang negatif.”

Dalam beberapa kesempatan, Erwin juga tidak lupa mengundang kawan-kawannya masa kecil. Ada kawan SD, SMP maupun SMA. Ada juga kawan semasa kuliah. Mereka selalu selalu diajaknya silaturami dan bergembira bersama.

Itulah Erwin Aksa. Meski sudah terbilang berada di alam ke-suksesan, tapi tidak takabur dan lantas melupakan para sahabatnya. *

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved