Talkshow Tribun Series
Pengamat Politik Unhas Sebut Pengaruh Pemilih Milenial Sangat Menentukan di Pemilu 2024
Berdasarkan catatan KPU RI, sebanyak 66.822.389 atau 33,60 persen pemilih dari generasi milenial.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tersisa tujuh bulan lagi.
Lalu, siapa yang akan jadi penentu kemenangan setiap peserta calon pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang?
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Adi Suryadi Culla menjelaskan, proyeksi suara dari pemilih generasi milenial sangat menentukan dalam Pemilihan Legislatif mau pun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.
"Saya kira dengan proyeksi suara milenial berdasarkan data KPU, yang jumlahnya di atas 50 persen bahkan hampir 60 persen. Itu berarti bahwa mayoritas pemilih dalam Pemilu 2024 adalah dari kalangan milenial," kata Adi Suryadi Culla di sela-sela kegiatan Talkshow Tribun Series yang berlangsung di Liquid Cafe, Hotel Claro, Jl Andi Pangerang Petta Rani, Makassar, Selasa (25/7/2023).
Secara logika, pengaruh pemilih milenial akan menentukan gagal atau terpilih suatu calon kandidat dalam Pemilu Serentak 2024.
Adi Suryadi memandang, karakteristik dari Generasi Milenial dan Gen-X tentu punya perbedaan.
• Antisipasi Disalip Parpol Lain, 30 Persen Caleg Milenial NasDem Siap Bertarung di DPRD Makassar
"Di mana generasi milenial ini dibutuhkan pendekatan untuk partisipasi kaum milenial ini dan tidak sama lagi dengan pola yang dilakukan pada generasi sebelumnya," katanya.
Baginya, generasi X atau generasi yang lahir pada 1965-1980 dinilai cenderung lebih konvensional dalam keterlibatan partisipasi.
"Sekarang kan generasi milenial ini dilahirkan di tengah situasi dan perkembangan teknologi informasi. Mereka juga masuk kategori generasi digital atau Internet," katanya.
Sehingga, dalam berkomunikasi, generasi milenial ini lebih banyak menggunakan teknologi atau sosial media.
Generasi milenial juga dinilai memiliki pola pikir yang dinamis, dibanding generasi sebelumnya dalam menjalankan aktivitas.
"Termasuk menjalankan aktivitas politik, sangat labil. Mereka sangat labil, karena kan mereka ini menerima informasi yang banyak sekali," tandasnya.
Generasi Milenial yaitu generasi yang lahir pada 1981-1996, yang saat ini berusia 24-39 tahun.
Berdasarkan catatan KPU RI, sebanyak 66.822.389 atau 33,60 persen pemilih dari generasi milenial.
Sementara itu, generasi Z yang dihitung berdasarkan tahun kelahiran 1997 hingga 2006 mencapai 46.800.161 pemilih atau 22,85 persen.
Generasi X mencapai 57.486.482 atau 28,07 persen pemilih, generasi baby boomer 28.127.340 atau 13,73 persen pemilih, dan generasi pre-boomer 3.570.850 atau 1,74 persen pemilih.
Dari segi umur, pemilih di atas 40 tahun mencapai 98.448.775 atau 48,07 persen pemilih. Pemilih usia 17-30 tahun mencapai 63.953.031 pemilih dan umur 31-40 tahun adalah 42.398.719 pemilih.
Lalu, ada 6.697 pemilih di bawah 17 tahun yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Total, terdapat 204.807.222 pemilih pada Pemilu 2024 nanti, terdiri dari 102.218.503 laki-laki dan 102.588.719 perempuan.
Terdapat pula 1.101.178 (0,54 persen) pemilih disabilitas.
Di dalam negeri, DPT Pemilu 2024 berjumlah 203.055.748 orang, terdiri dari 101.467.243 pemilih laki-laki dan 101.589.505 pemilih perempuan.
Jumlah ini mencakup pemilih di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, 83.731 desa/kelurahan, dan 823.220 TPS.(*)
Bawaslu Sulsel Sebut Anak Muda Berperan Penting Awasi Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Imam Fauzan Harap Pemerintah Libatkan Pemuda Dalam Kebijakan Publik, Bukan Dibutuhkan saat Pemilihan |
![]() |
---|
Antisipasi Disalip Parpol Lain, 30 Persen Caleg Milenial NasDem Siap Bertarung di DPRD Makassar |
![]() |
---|
Caleg Milenial Asal PDIP dr Udin Saputra Malik Fokus Isu Pendidikan dan Kesehatan |
![]() |
---|
Danny Pomanto: Kami Generasi Kolonial Bertugas Siapkan Milenial dan Gen Z Jadi Pemimpin |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.