Opini
Transformasi Digital Perekonomian Sulsel
Transformasi digital dalam perekonomian Sulsel berkaitan dengan akselerasi penggunaan teknologi digital dalam kegiatan produksi dan konsumsi..
Oleh: Muhammad Syarkawi Rauf
Dosen FEB Unhas/Ketua KPPU RI 2015 - 2018
TRIBUN-TIMUR.COM - Transformasi digital dalam perekonomian Sulsel berkaitan dengan akselerasi penggunaan teknologi digital dalam kegiatan produksi dan konsumsi.
Hal ini dapat diamati pada kontribusi sektor informasi dan telekomunikasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel yang mencapai 5,46 persen tahun 2023.
Transformasi digital perekonomian Sulsel meliputi dua hal pokok, yaitu pengembangan industri digital (digital industrialization) dan digitalisasi industri (industrial digitization).
Industri digital meliputi industri telekomunikasi, elektronik, software, jasa teknologi informasi dan internet.
Sementara digitalisasi industri adalah proses integrasi teknologi digital ke dalam industri yang selama ini dijalankan secara konvensional.
Hal ini berhubungan dengan penggunaan Aritificial Intelligence (AI), Internet of Thing (IoT), Big Data dan roboticdalam kegiatan industri.
Transformasi Digital
Perkembangan ekonomi digital secara nasional terkonsentrasi di daerah perkotaan. Dimana sekitar 84,3 persen nilai ekonomi digital nasional terpusat di Jakarta dan sekitarnya. Sementara sisanya, sekitar 15,7 persen terbagi ke luar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).
Perkembangan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh kegiatan e-commerce (perdagangan online), jasa transportasi dan pemesanan makanan online,online travel, media online, serta jasa keuangan.
Sektor ekonomi digital yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah healthtech(digitalisasi layanan kesehatan),SaaS (penggunaan perangkat lunak sebagai layanan melalui aplikasi web), Web3(pengembangan Web dengan kemampuan memproses informasi lebih maju), dan Edtech(teknologi pendidikan).
Proses transformasi digital perekonomian Sulsel sangat tergantung pada beberapa faktor, yaitu: pertama, ketersediaan infrastruktur digital yang memadai dan merata diKabupaten/Kota di Sulsel. Kedua, literasi digital yang berkaitan dengan pemahaman dan skill menggunakan teknologi digital. Ketiga, dukungan permodalan terhadap perusahaan rintisan. Keempat, dukungan kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem digital.
Kegiatan e-commerce mendominasi pertumbuhan ekonomi digital secara nasional yang nilainya sekitar 59 milyar dollar AS tahun 2022 dan diperkirakan tumbuh menjadi 95 milyar dollar AS tahun 2025. Dengan rata-rata pertmbuhan hingga tahun 2025 diperkirakan sekitar 17 persen.
Kegiatan ekonomi digital lainnya berkontribusi lebih kecil, yaitu transportasi online sekitar 8 milyar dollar AS, online media sekitar 6,4 milyar dollar AS dan online travel yang mencakup pemesanan hotel, tiket pesawat, serta jasa penyawaan online sekitar 3 milyar dollar AS pada tahun 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muhammad-Syarkawi-Rauf-Dosen-FEB-Unhas-dan-Komut-PTPN-IX-Jawa-Tengah-f.jpg)