Kronologi Penutupan Kantor Desa Corowali Versi Eks Sekdes Andi Tenri Rawe
Penutupan dilakukan oleh Kepala Desa Corowali Muksin karena berkonflik dengan perangkat desa yang lama.
Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Kantor Desa Corowali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini masih ditutup.
Penutupan dilakukan oleh Kepala Desa Corowali Muksin karena berkonflik dengan perangkat desa yang lama.
Kini pelayanan desa dialihkan ke gudang milik Muksin yang terletak di Dusun Corowali, Botto'e, Poros Melle, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.
Lantas bagaimana kronologi penutupan kantor Desa Corowali?
Berikut penjelasan versi Eks Sekretaris Desa Corowali, Andi Tenri Rawe.
Ia menjelaskan konflik berawal kala Muksin meminta perangkat desa lama untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Kasus ini dimulai pada Januari 2023 dan masih berlanjut hingga saat ini, melibatkan camat, DPRD Bone, dan inspektorat.
"Tanggal 23 Mei kami masuk kantor. Kemudian, Kasi Pemerintahan dan Kasi Kesra kami melihat spanduk di kantor desa yang menyatakan bahwa pelayanan dialihkan ke gudang milik Muksin," kata Andi Tenri Rawe, Selasa (30/5/2023).
"Kami tidak dapat masuk melalui pintu depan karena terkunci," lanjutnya.
Ketika mereka tiba di kantor, perangkat desa lama melihat bahwa kantor sudah dikunci dan masih terdapat barang-barang pribadi didalamnya.
"Kami kemudian memutuskan untuk masuk melalui pintu belakang. Beberapa dari kami memanjat melalui jendela untuk membuka pintu belakang. Setelah itu, kami mengambil barang-barang pribadi kami," jelasnya.
Setelah berhasil masuk ke dalam kantor yang terkunci, Andi Tenri Rawe dan perangkat desa lainnya memindahkan inventaris desa ke ruangan bagian depan kantor.
Baca juga: Polemik Kades Corowali Copot Perangkat Desa Belum Usai, Eks Sekdes Ajukan Gugatan ke PTUN Makassar
Baca juga: Jasad Nelayan Tenggelam di Perairan Bajoe Bone Ditemukan Setelah 2 Hari Hilang di Laut
"Kantor desa ini sebagian milik saya dan keluarga. Oleh karena itu, terdapat dinding pembatas. Kami memindahkan semua inventaris kantor yang berada di atas tanah milik saya dan mengunci mereka di bagian depan kantor," tuturnya.
Ia juga menjelaskan sebelumnya beredar isu bahwa dirinyalah yang mengunci Kantor Desa Corowali.
"Isu tersebut menimbulkan anggapan bahwa saya yang menutup kantor desa," katanya.
"Padahal saya hanya menutup pintu di tengah saja. Bagian belakang kantor ini sebenarnya adalah milik saya," tambahnya.
"Yang menutup kantor desa dari depan adalah kepala desa sendiri," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kantor-Desa-Corowali-yang-ditutup-oleh-Kepala-Desa-baru-Muksin.jpg)