Opini Tribun Timur
Langit Ramadhan: Inklusivitas
"Konsep ini, oleh Budhy Munawar-Rachman, disamakan dengan makna "islâm" dalam arti sikap pasrah yang ada pada agama-agama lain selain Islam".
M. Qasim Mathar
TRIBUN-TIMUR.COM - Mengutip dari beberapa sumber, saya menyatakan hal-hal berikut.
"Inklusivitas adalah sebuah pengakuan dan penghargaan atas keberadaan atau eksistensi keberbedaan dan keberagaman".
"Karl Rahner, seorang teoritis inklusivisme Kristen, mengajukan konsep The Anonymous Christian, yang menyatakan bahwa agama-agama lain selain Kristen bagaikan Kristen anonim (tak bernama) yang juga dapat memperoleh anugrah keselamatan".
"Konsep ini, oleh Budhy Munawar-Rachman, disamakan dengan makna "islâm" dalam arti sikap pasrah yang ada pada agama-agama lain selain Islam".
"Presiden Iran Ebrahim Raisi telah menerima undangan Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud untuk mengunjungi Arab Saudi.
Kabar tersebut diungkapkan kantor berita Iran Mehr, mengutip seorang pejabat tinggi. "Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud telah mengundang Presiden Ebrahim Raisi untuk mengunjungi Riyadh dan undangannya diterima," ungkap Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber".
"Awal bulan ini, Wakil Kepala Staf Urusan Politik Presiden Iran, Mohammad Jamshidi, mengatakan Raja Arab Saudi telah mengirim surat undangan kepada Raisi untuk mengunjungi kerajaan itu".
Mengamati dan merespons perkembangan pendekatan dua negara Islam, Arab Saudi (Islam Sunni) dan Iran (Islam Syiah), Amerika Serikat bernuansa mengancam dan menyebut bahwa "Perang Masa Depan dengan China di Taiwan akan Cepat, Penuh Rudal" ..... setelah kedua negara Islam otu secara resmi melanjutkan hubungan
diplomatik pada awal Maret di Beijing atas inisiatif negara Komunis, Cina, setelah lebih dari tujuh tahun kerenggangan diplomatik berlangsung antara keduanya. "Pada Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian setuju dengan Menlu Saudi, Faisal Bin Farhan, untuk bertemu dalam beberapa hari mendatang".
Hal-hal yang dipaparkan di atas menunjukkan tanda-tanda bahwa inklusivitas sedang berproses dalam kehidupan antarnegara-bangsa, khususnya antara Arab Saudi dan Iran.
Bayangkan, negara komunis mengambil prakarsa mengundang dua negara Islam untuk rukun kembali, memulihkan hubungan diplomatik, dan melupakan ketegangan yang selama bertahun-tahun merusak hubungan keduanya. Adapun Amerika Serikat memberi tanda yang berbeda.
Dimengerti, Amerika memandang Cina akan menggeser posisinya di Timur Tengah.
Keberbedaan dan keberagaman di dalam kehidupan memang niscaya. Ia adalah hukum dan kemestian universal.
Tak terhindarkan. Di tiap ruang dan waktu, kita bertemu dengan keBERBEDAan, keBERAGAMan, dan keBERBAGAIan, ... sejak dari yang fisik dan zahir (bisa diindera) hingga yang nonfisik, seperti pikiran, gagasan, keyakinan, dan isme (ideologi).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-m-qasim-mathar-21082018_20180821_235633.jpg)