Opini
Harla ke-63 PMII: Membangun SDM Unggul PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di bawah kepemimpinan Muhammad Abdullah Syakri membawa gagasan progresif untuk kemajuan organisasi.
Oleh: Muhammad Aras Prabowo
Direktur Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan (LPEK) PB PMII
Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Akuntansi UNTIRTA
TRIBUN-TIMUR.COM - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di bawah kepemimpinan Muhammad Abdullah Syakri (Tum Abe) membawa gagasan progresif untuk kemajuan organisasi dan kader PMII.
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum, Abe menjadi salah satu inisiator dan pendiri Pengurus Cabang Istimewah (PCI) PMII Maroko, Taiwan dan Jerman.
Berbekal pendidikan pasantren dan lulusan luar negeri Institute of Political Science University of Duisburg-Essen Jerman, Abe melahirkan visi-misi yang sangat strategis.
Visinya transformasi organisasi untuk PMII maju dan Mendunia.
Untuk melahirkan visi tersebut, Abe merumuskan misi PMII Kolaboratif, PMII Produktif, PMII Turun Jalan, PMII Rohmatan Lil Alamin, PMII Mandiri, PMII Intelektual, PMII Berwawasan Global, PMII Kreatif, PMII Profesional dan PMII 4.0. Paradigma gerkannya yaitu kritis, transformatif, dan produktif.
Abe memiliki perhatian besar untuk kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) kader PMII.
Beliau sadar atas persaingan SDM pada era kemajuan teknologi, dan kader PMII harus mengambil peran dalam kesempatan tersebut.
Alhasil, Ia meramu susunan kepengurasan ideal untuk mewujudkan SDM unggul kader PMII.
Selain itu, ia juga membentuk berbagai lembaga strategis dan lembaga profesi sebagai ruang akselerasi kader PMII.
Di bidang ekonomi misalnya, selain Badan Pengurus Harian (BPH) Beliau juga membentuk Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan (LPEK), Lembaga Profesi Wirausahawan, Lembaga Keuangan dan Perbankkan, Lembaga Filantrofi dan Lembaga Ekonomi Syariah.
Hal tersebut adalah gagasan strategis selama kepengurusan PB PMII.
Ada perhatian besar untuk melahirkan SDM unggul PMII, lembaga profesi adalah buktinya.
Dan saya kira ini patut diapresiasi dan harus didukung seluruh kader dan alumni PMII.
Gagasan ini adalah embriu untuk kelahiran kader profesional Nahdlatul Ulama sebagai bapak PMII.
Misalnya, LPEK telah mampu membentuk Kantor Jasa Keuangan (KJA) Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan yang bergerak di bidang jasa akuntansi.
SDM Unggul Kader PMII
PMII memiliki potensi SDM kader yang sangat melimpah.
Hampir di setiap Perguruan Tinggi (PT) diseluruh Indonesia, PMII memiliki kader dan anggota yang tersebar diberbagai bidang ilmu.
PMII 25 Pengurus Koordinator Cabang (PKC) tingkat provinsi, 231 Pengurus Cabang (PC) tingkat kabupaten/kota, 1664 Pengurus Komisariat (PK) tingkat PT dan 5115 Pengurus Rayon (PR) tingkat Fakultas.
Penguatan keprofesian di setiap bidang ilmu/jurusan akan melahirkan SDM unggul untuk bisa bersaing setiap posisi strategis.
Transformasi SDM PMII akan melahirkan klasterisasi kader profesional yang akan tersebar di berbagai bidang.
Di sinilah peran penting lembaga strategis PMII sebagai tempat distribusi kader potensial.
Dukungan untuk menciptakan SDM unggul kader PMII telah diformulasikan oleh bidang kaderisasi dalam setiap jenjang pendidikan PMII, baik formal maupun non formal.
Dalam Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) misalnya, setiap Rayon dan Komisariat diberikan luas sebesar-besar untuk merumuskan materi MAPABA berdasarkan masing-masing kelimuan.
Begitu pula pada tingkat Pendidikan Kader Dasar (PKD), Pendidikan Kader Lanjutam (PKL) hingga Pendidikan Kader Nasional.
Ke depannya, untuk penguatan keprofesian setiap bidang ilmu, PMII harus mampu menyediakan tempat untuk Pendidikan Profesi Kader (PPK) atau dalam PT adalah Pengenalan Profesi Mahasiswa (PPM)/Magang.
Konsepnya bisa magang selama 1-3 bulan pada perusahaan atau tempat yang sesuai dengan profesinya.
Program ini sebetulnya bisa diintegrasikan dengan PT, jadi PMII dan PT berkolaborasi dengan prinsip simbiosis mutualisme.
Sembari membangun karakter dan etika yang berwawasan Aswaja An Nahdliyah melalui kurikulum kajian ke-PMII-an.
Dengan begitu mahasiswa yang ber-PMII akan melahirkan perbedaan tingkatan SDM dengan mahasiswa tanpa organisasi atau non PMII.
Keunggulan SDM PMII yang telah disiapkan sejak mahasiswa, akan mampu bersaing secara unggul dalam perebutan posisi kelak jika ia sudah lulus kuliah.
Karakter SDM unggul kader PMII harus (1) harus menentukan tujuan dan target yang jelas dan yang akan diwujudkan pada masa yang akan datang; (2) menyadari bahwa studi bukan tujuan melainkan alat untuk mencapai tujuan; (3) lebih berorientasi pada performance dari pada satutus; (4) tidak hanya berorientasi pada aktifitas akademik (kuliah); (5) terbuka dan mau mengembangkan diri; serta (5) kolaboratif.
Peluang dan Tantangan
Penguasaan teknologi adalah variable penting dalam kemajuan kader, organisasi bahkan Negara saat ini.
Sementara yang betul-betul menguasai teknologi adalah para pemuda generasi Y dan generasi Z.
Tentu fenomena tersebut adalah peluang besar bagi kader PMII.
SDM unggul akan mampu mengakses berbagai peluang, termasuk entrepreneur.
Menurut Peter Drucker (1985) entrepreneur merupakan satu semangat, sikap, kemampuan, dan perilaku individu dalam menangani usaha dengan mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru yang dapat meningkatkan efisiensi dalam memberi pelayanan lebih baik dan atau keuntungan yang lebih besar.
Entrepreneur yang unggul harus memiliki (a) karakter (traits) wirausaha: semangat, sikap, kemampuan, dan perilaku; (b) inovasi dan kreatifitas: mencari, menemukan, menemukan peluang, menciptakan, baru, berbeda; (c) kegiatan ekonomi berbasis pelayanan lebih baik, keuntungan lebih besar, balas jasa usaha, nilai tambah; (d) kemandirian: mandiri, usaha sendiri, kepuasan, kebebasan pribadi; (e) Sesuatu yang baru (berbeda): cara kerja, teknologi, pasar, produk, jasa, dan organisasi yang baru; dan (F) resiko: pengambilan resiko, menanggung resiko.
Tantangannya adalah keberlanjutan bisnis. Bisnis yang kuat adalah yang mampu bertahan disetiap situasi.
Untuk menjawab tantangan dan kendala yang dihadapi dalam bisnis harus memiliki pemahaman kompetensi Bisnis yang komprehensif dan SDM.
Silaturahim adalah kunci untuk menjawab seluruh tantangan dan kendala agar bisnis mempu bertahan dan berkelanjutan.
Keunggulan kader PMII di bidang keilmuan/keprofesian dan bidang keorganisasian akan melahirkan konsep komunikasi dan praktisi bisnis yang andal.
Komunikasi yang bagus akan melahirkan kolaborasi dan meciptakan banyak peluang distribusi SDM kader PMII.
Dalam momen harla ke-63, PMII harus melakukan akselerasi dan lompatan SDM bagi kader-kadernya.
Akselerasi tersebut akan menempatkan kader-kader PMII di berbagai lini.
Dengan demikian, ruang distribusi kader akan semakin luas serta peran kader PMII bagi Negara dan Agama akan semakin signifikan.
Sekali lagi, konsep kaderisasi berbasis profesional dan keprofesian beperan penting dalam menciptakan SDM unggul kader PMII.
Karakteristik SDM unggul PMII adalah kader yang berpegang teguh pada trilogy PMII yaitu: tri motto mencakup tiga aspek, yakni dzikir, fikir, dan amal sholeh; tri komitmen yakni berupa kejujuran, kebenaran, dan keadilan; dan tri khidmat tersusun dari tiga kata, taqwa, intelektual, dan profesional.
Selamat Hari Lahir PMII ke-63. Tumbuh subur PERGERAKANKU.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.