Keindonesiaan
Permesta
Sesungguhnya gerakan politik Permesta di Makassar hanya berlangsung lebih dari tiga bulan saja.
Editor:
Hasriyani Latif
dok pribadi
Anwar Arifin AndiPate Guru Besar Bidang Komunikasi Politik. Anwar Arifin AndiPate penulis tetap rubrik Keindonesiaan Tribun Timur.
Hal itu semakin mempetajam perpecahan tokoh-tokoh Permesta. Peristiwa itu disambut baik oleh publik di Makassar, sebagai upaya memberi kesempatan kepada putra daerah memahami dan menyelesaikan masalah keamanan dan militer di Sulawesi Selatan.
Hadirnya KDMSST di Makassar, maka perhatian para perwira Bugis dan Makassar, dapat difokuskan dalam upaya menumpas pemberontakan Kahar Muzakkar.
Perpecahan pemimpin Permesta melahirkan Permesta Damai (A.Pangerang dan M.Jususf) dan Permesta Perang (Sumual dan Saleh Lahade).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Oleh-Anwar-Arifin-AndiPate-g.jpg)