Profil Johnny G Plate Menteri Nasdem yang Diperiksa Kejagung Soal Kasus Korupsi BTS, Dulu Kader PKDI
Johnny G Plate adalah menteri Nasdem yang diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tower base transceiver station (BTS).
TRIBUN-TIMUR.COM - Profil Johnny G Plate Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang diperiksa Kejaksaan Agung hari ini.
Johnny G Plate adalah menteri Nasdem yang diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tower base transceiver station (BTS).
Kejagung berharap Johnny G Plate kooperatif dapat memenuhi surat pemanggilan yang telah dilayangkan.
"Belum ada kabar. Belum ngabarin. Tunggu saja. Mudah mudahan datang," ujar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah saat ditemui di Gedung Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada Rabu (8/2/2023) malam.
Pihak Kejaksaan Agung juga enggan berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan kehadiran sang Menkominfo.
Termasuk saat ditanya mengenai kemungkinan pemanggilan ulang jika Johnny G Plate mangkir hari ini.
"Besok saja. Enggak usah berandai-andai," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejaksaan Agung, Kuntadi kepada Tribunnews.com pada Rabu (8/2/2023) malam.
Sebagai informasi, Johnny G Plate dijadwalkan untuk diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung hari ini, Kamis (9/2/2023).
Pemeriksaan pun direncanakan untuk dimulai sejak pagi hari.
"Jadwal pemanggilan kan jam 10," kata Kuntadi pada Rabu (8/2/2023) malam.
Meski demikian, Johnny G Plate tengah disibukkan menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan sejak kemarin.
Diketahui bahwa hari ini, Kamis (9/2/2023) merupakan puncak acara HPN 2023.
"Saya sedang di Medan mengikuti Hari Pers Nasional 2023," kata Johnny saat dikonfirmasi pada Rabu (8/2/2023).
Konstruksi kasus
Sebagaimana diketahui lima tersangka telah ditetapkan dalam kasus korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo.
Pembangunan BTS itu digunakan untuk menyediakan layanan di daerah 3T.
Kerugian negara ditaksir mencapai Rp1 triliun dan kemungkinan bisa bertabah.
Mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif, Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment Mukti Ali, dan Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan.
Kemudian Dirut PT Mora Telematika Indonesia Galubang Menak, dan Tenaga Ahli Human Development UI 2020 Yohan Suryanto.
Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Profil
Johnny juga merupakan Sekretaris Jenderal di Partai NasDem.
Pria kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur ini awalnya merupakan seorang pengusaha.
Johnny berbisnis alat-alat perkebunan di awal tahun 1980.
Bisnisnya sukses lantaran saat itu sedang marak pembukaan perkebunan di Kalimantan dan Papua.
Johnny lalu mengembangkan bisnisnya dan mulai terjun ke bisnis transportasi.
Ia sempat menjadi bagian dari bisnis Air Asia.
Johnny pun melebarkan sayapnya di dunia politik.
Karier politiknya dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI).
Lalu di tahun 2013, Johnny pindah ke Partai NasDem.
Bersama NasDem, Johnny berhasil melaju jadi anggota DPR RI 2014-2019.
Mengutip fraksinasdem.org, dalam periode tersebut, Johnny masuk jadi Anggota Komisi IX yang membidangi Makro Ekonomi, Moneter, Keuangan, Pasar Modal dan Perbankan Nasional.
Ia juga Anggota Badan Anggaran DPR-RI.
Johnny pada 2014-2018 juga menjadi Wakil Ketua dan Ketua Fraksi NasDem.
Kinerjanya yang bagus membuat Johnny diangkat oleh Surya Paloh menjadi Sekretaris Jenderal Partai NasDem.
Ia menggantikan Nining Indra Saleh.
Lalu, Johnny kembali ikut Pemilu 2019.
Meski menang dan mendapatkan kursi di DPR RI, Johnny diangkat Presiden Jokowi jadi Menteri Komunikasi dan Informatika.
Riwayat Pendidikan
- SDN 1 REO, Manggarai (1962-1968)
- SMP St. Pius XII Kisol, Manggarai (1968-1971)
- SMAN 1 Ruteng, Manggarai (1971-1974)
- Taruna Akademi Ilmu Pelayaran RI (1974-1977)
- S1 Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta (1981-1986)
Riwayat Karier
- PT. Anugerah Group, Finance Department (1982-1992)
- PT. Anugrah Group, Operation Manager (1992-1996)
- PT. Dwipangga Group, Deputy President (1996-1998)
- PT. Gajendra Adhi Sakti, Direktur Utama (1998-2000)
- PT. PJB Power Service, Komisaris (2005-2011)
- Bima Palma Group, Group CEO (2005-2013)
- PT. Air Asia, Komisaris (2005-2013)
- PT. Mandosawu Putratama Sakti, Chairman (2006-2013)
- PT. Aryan Indonesia, Komisaris Utama (2007-2013)
- PT. Air Asia Investama, Direktur Utama (2012-2013)
Riwayat Politik
- PMKRI, Anggota, Jakarta (1980-1985)
- MENWA BATALYON XI MAHAJAYA, Anggota, Jakarta (1980-1985)
- PMKRI, Anggota Dewan Pertimbangan, Jakarta (1985-2013)
- PKDI, Ketua Dewan Pertimbangan, Jakarta (2010-2013)
- PDKI, Ketua Mahkamah, Jakarta (2012-2013)
- Dewan Kehormatan, ISKA, Jakarta 2012-2015, Presidium Pusat Pemuda Katolik, Penasehat Awam, Jakarta (2010-2013)
- Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup DPP NasDem 2014-2019, Anggota DPR RI (2013-2017)
- Sekretaris Jenderal Partai NasDem (2017-2019)
- Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju (2019-2024). (*)
Diduga Terima Suap Rp720 Juta, Bupati Pati Sudewo Bakal Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi DJKA |
![]() |
---|
Yaqut di Ujung Tanduk! Temuan KPK, 8 Ribu Jemaah Nunggu 14 Tahun Tidak Berangkat Haji Gegara Korupsi |
![]() |
---|
Korupsi, Patah Tumbuh Hilang Berganti |
![]() |
---|
Lambang Kejaksaan Dicopot! Massa LAP Geruduk Kejati Sulsel Soal Korupsi Pokir DPRD Bone |
![]() |
---|
Mahasiwa Geruduk Kejaksaan Soppeng, Minta Usut Tuntas Korupsi Alsintan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.