Polisi Periksa Panitia Diksar

Keluarga Virendy Minta Polisi Usut Tuntas Kegiatan Diksar Berujung Maut di Maros

Keluarga korban, kata dia hanya melaporkan perihal proses kegiatan diksar itu.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Sumber foto : Nurul Hidayah. Kapolsek Tompobulu menunjukkan lokasi meninggalnya Virendy Marjefy Wehantouw (18), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Kampung Bara-Barayya Dusun Makmur Desa Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Senin (16/1/2022).   

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pihak keluarga Virendy Marjefy Wehantouw (18), meminta pihak kepolisian mengusut tuntas terkait kegiatan diksar Mapala 09 Unhas yang berujung maut.

"Jadi yang dilaporkan keluarganya itu bukan perihal pembunuhan atau kematian. Karena mereka mengaku sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap sudah takdirnya," kata Kasat Reskrim Polres Maros, Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Slamet, Rabu (18/1/2023).

Keluarga korban, kata dia hanya melaporkan perihal proses kegiatan diksar itu.

"Perlu kami tegaskan, keluarga korban hanya melaporkan mengenai proses kegiatan diksar itu. Mereka hanya menuntut pertanggungjawaban dari pihak panitia diksar yang diduga lalai dan lepas tanggung jawab," akunya.

Ia menyebutkan, dari penuturan keluarga korban, kata Iptu Slamet, memang terdapat luka pemeriksaan di Rumah Sakit Grestelina Makassar.

"Jadi awalnya pihak keluarga memang menduga ada kekerasan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Grestelina, menurut penuturan keluarga, memang ada luka di bagian lutut dan juga tangan, namun dipastikan, itu adalah luka wajar sebagai pendaki," ucapnya.

Kapolsek Tompobulu, AKP Asgar, menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah meminta keterangan dari Ketua Mapala Unhas.

Dari keterangan ketua Mapala Unhas, kata dia, diketahui rangkaian kegiatan diksar ini dumuali Senin (09/1/2023).

"Pembukaan di Kampus Unhas Samata Gowa pukul 10.00 Wita. Pembukaan Diksar Mapala 09 dibuka oleh Bapak Hamzah Managar Kemahasiswaan Fakultas Tehnik Unhas," terangnya.

Rombongan peserta diksar Kemudian berangkat menggunakan bus Kampus untuk giat lapangan pukul 19.00 Wita.

"Bus menuju Samboeja Kecamatan Simbang Kabupaten, Maros. Mereka tiba pukul 21.00 Wita dan menginap dirumah warga," tambahnya.

Asgar menambahkan, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan diksar ini dengan berjalan kaki munuju Dusun Bassikalling Desa Toddolimae Kecamatan Tompobulu, Selasa (10/1/2023) sekitar pukul 08.00 Wita.

 "Mereka tiba Pukul 17.30 Wita, dan menginap di rumah Kepala Dusun. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Bonto Manai Rabu (11/1/2023), pukul 08.00 Wita," terangnya.
 
Rimbongan tiba pukul 17.00 Wita dan kembali menginap dirumah warga.

"hari Kamis (12/1/2023) sekitar pukul 08.30 Wita, melanjutkan berjalan Kaki menuju Kampung Parang Dusun Bahagia Desa Bonto Manurung, tiba pukul 16.45 Wita, dan kembali menginap dirumah warga, Dg Makku," ucapnya.

Rombongan kembali melanjutkan diksar berjalan kaki menuju Dusun Tanetebulu dan Dusun Makmur Desa Bonto Manurung daerah puncak perbukitan yang cukup tinggi, Jum'at (13/1/2023), sekitar pukul 13.30 Wita.


"Sekitar pukul 23.00 Wita tepatnya di Kampung Bara Baraya, Dusun Tanetebulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Virendy mengalami sakit sesat nafas sehingga panitia termasuk melakukan pertolong pertama dengan memberi tabung Oksigen yang sudah disiapkan Panitia," terangnya.

Sayangnya, nyawa Virendy tak berhasil diselamatkan.(*)

  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved