Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih Maros

100 Miliar untuk Air Bersih, Pemkab Maros Ajukan Pinjaman ke PT SMI

Pemkab Maros ajukan pinjaman Rp100 miliar untuk atasi krisis air bersih. Dana difokuskan pada penguatan instalasi PDAM agar distribusi lebih merata.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Humas Pemkab Maros
DANA PINJAMAN - Bupati Maros, Chaidir Syam, saat upacara Hari Pahlawan Nasional, Senin (10/11/2025). Pemerintah Kabupaten Maros bakal mengajukan pinjaman daerah Rp100 miliar untuk mempercepat penuntasan krisis air bersih melalui penguatan kapasitas instalasi PDAM. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Maros berencana mengajukan pinjaman daerah Rp100 miliar untuk mempercepat penuntasan krisis air bersih.
  • Dana difokuskan pada peningkatan kapasitas tiga instalasi PDAM: Bantimurung, Pattontongan, dan Tanralili.
  • Bupati Chaidir Syam menegaskan kebutuhan air bersih mendesak dan merupakan hak dasar masyarakat. Pinjaman ini dinilai strategis untuk jangka panjang.

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros bakal mengajukan pinjaman daerah senilai Rp100 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat penuntasan krisis air bersih kini meluas di berbagai wilayah.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pinjaman difokuskan pada penguatan infrastruktur air bersih melalui peningkatan kapasitas instalasi pengolahan milik PDAM.

Menurutnya, persoalan air bersih tidak lagi hanya terjadi di pesisir.

Tetapi sudah merambah kawasan padat penduduk dan daerah penyangga perkotaan.

Wilayah seperti Moncongloe, Mandai, dan Marusu menjadi contoh daerah terdampak.

Seiring pesatnya pembangunan perumahan baru dan pertumbuhan kawasan industri.

“Kebutuhan air bersih sekarang ini sangat mendesak. Ini bukan sekadar urusan teknis, tapi menyangkut hak dasar masyarakat,” kata Chaidir via WhatsApp, Minggu (23/11/2025).

Ia menegaskan pengajuan pinjaman telah melalui perhitungan matang dan sesuai ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, investasi di sektor air bersih akan menjadi langkah strategis jangka panjang.

“Kalau jaringan dan layanan PDAM optimal, keuntungan ke depan bisa digunakan untuk membayar kembali pinjaman daerah ini,” terangnya.

Saat ini, usulan pinjaman masih dalam tahap penilaian PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI melalui penyusunan Feasibility Study (FS) mencakup aspek teknis, finansial, dan keberlanjutan proyek.

Sarana Multi Infrastruktur adalah BUMN dikelola Kementrian Keuangan fokus membiayai pembangunan infrastruktur nasional. 

Fokus peningkatan layanan air bersih diarahkan pada tiga instalasi pengolahan air, yakni IPA Bantimurung, IPA Pattontongan, dan IPA Tanralili. 

Penguatan kapasitas di tiga titik tersebut diharapkan mampu meningkatkan distribusi air bersih secara merata dan berkelanjutan ke seluruh wilayah Maros.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved