Polisi Periksa Panitia Diksar

Kronologi Virendy Marjefy Mahasiswa Meninggal saat Diksar Versi Ketua Mapala 09 Teknik Unhas

Kapolsek Tompobulu, AKP Asgar, menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah meminta keterangan dari Ketua Mapala Unhas.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Nurul Hidayah Tribun Maros
Kapolsek Tompobulu menunjukkan lokasi meninggalnya Virendy Marjefy Wehantouw (18), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Kampung Bara-Barayya Dusun Makmur Desa Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Senin (16/1/2022). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Insiden Kematian Virendy Marjefy Wehantouw (18), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang meninggal saat mengikuti diksar Mapala di Tompobulu Maros berbuntut panjang.

Sudah lima orang panitia diperiksa untuk dimintai klarifikasi terkait kronologi kegiatan ini.

Kapolsek Tompobulu, AKP Asgar, menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah meminta keterangan dari Ketua Mapala Unhas.

Dari keterangan ketua Mapala Unhas, kata dia, diketahui rangkaian kegiatan diksar ini dumuali Senin (09/1/2023).

"Pembukaan di Kampus Unhas Samata Gowa pukul 10.00 Wita. Pembukaan Diksar Mapala 09 dibuka oleh Bapak Hamzah Managar Kemahasiswaan Fakultas Tehnik Unhas," terangnya.

Rombongan peserta diksar Kemudian berangkat menggunakan bus Kampus untuk giat lapangan pukul 19.00 Wita.

"Bus menuju Samboeja Kecamatan Simbang Kabupaten, Maros. Mereka tiba pukul 21.00 Wita dan menginap dirumah warga," tambahnya.

Asgar menambahkan, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan diksar ini dengan berjalan kaki munuju Dusun Bassikalling Desa Toddolimae Kecamatan Tompobulu, Selasa (10/1/2023) sekitar pukul 08.00 Wita.

"Mereka tiba Pukul 17.30 Wita, dan menginap di rumah Kepala Dusun. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Bonto Manai Rabu (11/1/2023), pukul 08.00 Wita," terangnya.
 
Rimbongan tiba pukul 17.00 Wita dan kembali menginap dirumah warga.

"hari Kamis (12/1/2023) sekitar pukul 08.30 Wita, melanjutkan berjalan Kaki menuju Kampung Parang Dusun Bahagia Desa Bonto Manurung, tiba pukul 16.45 Wita, dan kembali menginap dirumah warga, Dg Makku," ucapnya.

Rombongan kembali melanjutkan diksar berjalan kaki menuju Dusun Tanetebulu dan Dusun Makmur Desa Bonto Manurung daerah puncak perbukitan yang cukup tinggi, Jum'at (13/1/2023), sekitar pukul 13.30 Wita.

"Sekitar pukul 23.00 Wita tepatnya di Kampung Bara Baraya, Dusun Tanetebulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Virendy mengalami sakit sesat nafas sehingga panitia termasuk melakukan pertolong pertama dengan memberi tabung Oksigen yang sudah disiapkan Panitia," terangnya.

Sayangnya, nyawa Virendy tak berhasil diselamatkan.

"Kemudian mereka memapah korban menggunakan sarung menuju rumah salah seorang warga, Dg. Raga untuk mengecek kembali keadaan korban. Namun korban dipastikan telah meninggal dunia sekitar pukul 23.45 Wita," sebut Asgar.

Jenazah korban digotong kembali menuju ke Dusun Bahagia Desa Bonto Manurung diikuti oleh warga.

"Mereka ditemani warga, atas nama Dg Raga, Isteri Dg Raga berserta anak laki-laki Dg Raga, tiba di dusun Bahagia sekitar pukul 04.00 Wita di dekat jembatan tempat menunggu mobil yang dipesan panitia dari Makassar," ucapnya.

Sekitar pukul 04.30 mobil datang dan jenazah Rendy di berangkatkan ke Rs. Gerestalina.

Sumber: Tribun Timur
  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved