Tambang Ilegal

Polres Luwu Selidiki Dugaan Tambang Ilegal di Sungai Suso

Polres Luwu tak mau menyimpulkan terlalu dini terkait dugaan tambang ilegal di Kecamatan Bajo Barat.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI MAULANA
Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Muhammad Saleh. Polres Luwu dalam kasus dugaan tambangilegal di Sungai Suso. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Warga bantaran Sungai Suso, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menutup paksa jalan di Desa Soranda.

Warga yang tergabung dalam aliansi Amukan Masyarakat Aliran Sungai Suso (AMASS) sudah lama resah dengan maraknya aktivitas tambang ilegal yang merusak sungai.

Kasat Rerkrim Polres Luwu AKP Muhammad Saleh menerangkan pihaknya sedang mendalami kasus dugaan tambang ilegal di Sungai Suso.

Ia tak mau menyimpulkan terlalu dini terkait status pengelolaan tambang di Kecamatan Bajo Barat.

"Kita masih dalami dan cek ke lapangan dulu. Kita tidak bisa langsung katakan aktivitas mereka ilegal. Kita cek dulu izin apa yang dimiliki. Makanya kami lakukan langkah-langkan cross cek di lapangan," ujarnya, Senin (26/12/2022).

Jika aktivitas tambang emas ditemukan menyalahi aturan atau ilegal, pihaknya akan langsung menghentikan aktivitas tambang dan memproses sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau memang kita dapatkan tidak ada memiliki izin tambang, kita pasti tindak untuk hentikan aktivitas itu. Kami juga proses orangnya sesuai aturan yang berlaku. Jadi sementara kita dalami dulu," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Jenderal Lapangan AMASS Muhammad Ali Asytar menerangkan penutupan jalan merupakan aksi lanjutan dari demonstrasi yang mereka lakukan di Gedung DPRD Luwu.

Ali menambahkan, aliansi sepakat untuk mendirikan pos jaga untuk mencegah kendaraan tambang ilegal masuk beroperasi.

Baca juga: Warga Bajo Barat Luwu Buat Pos Penjagaan di Jalan, Hadang Kendaraan Tambang Ilegal Masuk

Baca juga: Warga Sungai Suso Luwu Tak Terima Airnya Tercemar Akibat Tambang Ilegal

"Iya, ini merupakan aksi lanjutan aliansi. Setelah melakukan demonstrasi dan dialog dengan Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali bersama SKPD terkait, kami rasa masih mengambang," ujarnya.

"Dan di forum kami sudah melakukan somasi, apabila tambang tidak ditutup, kami akan menutup jalan," sambungnya.

Terkait penutupan jalan, AMASS sudah berkoordinasi dengan Polres Luwu sekitar untuk melakukan izin pemeriksaan kendaraan.

"Kami sudah mendapatkan disposisi dari Polsek sekitar. Rencananya akan kami teruskan ke Polres Luwu untuk melakukan pemeriksaan," jelasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Sauki Maulana 

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved