Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mantan Wakapolri Komjen Purn Syafruddin Boyong Belasan Pimpinan Pesantren dan Elite MUI ke Mekkah

Ketua Yayasan Assalam Fil Alamin, Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo memboyong sejumlah kiai pengasuh pesantren berkunjung ke Universitas Ummul Qura

Editor: Edi Sumardi
DOK TIM MEDIA SYAFRUDDIN
Ketua Yayasan Assalam Fil Alamin, Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo bersama sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren foto bersama saat berkunjung ke Universitas Ummul Qura, di Mekkah, Arab Saudi, Minggu atau Ahad (25/12/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Yayasan Assalam Fil Alamin, Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo memboyong sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren berkunjung ke Universitas Ummul Qura, di Mekkah, Arab Saudi, Minggu atau Ahad (25/12/2022).

Para pengasuh pesantren, yakni Kiai Anizar Masyhadi (Tazakka, Batang), Kiai Zulkifli Muhadli (Al-Ikhlas Taliwang), Kiai Tata Taufik (Al-Ikhlas Kuningan), Kiai Lukman Haris Dimyati (Tremas, Pacitan), Kiai Sofwan Manaf (Darunnajah Jakarta), Kiai Anang Azhari Ali (Al-Mizan Banten), Kiai Akomadien Sofa (Al-Hikmah 1 Brebes), Kiai Noor Syahid (Gontor), Kiai Daden Muhammad (Al-Masturiyah, Sukabumi), Kiai Masykuri (Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah ).

Dari kalangan tokoh dan akademisi, turut serta Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Abdul Hafidz Zaid (Wakil Rektor UNIDA Gontor), dan Prof Dr Sangidu As-Shofa ( Guru Besar Sastra Arab Modern UGM) .

Rombongan disambut Direktur Institut Pembelajaran Bahasa Arab Ummul Qura, Syaikh Dr Hasan Al-Bukhari.

Dalam pertemuan itu, pihak Ummul Qura dan para pengasuh pesantren telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama kedua belah pihak khususnya dalam pengembangan pembelajan bahasa Arab dan Al Quran.

Baca juga: Bakti Komjen Syafruddin, Tiap Hari Telepon Ibu dari Warung Telepon ke Pos Polisi Majene

Syaikh Hasan Al-Bukhari menyatakan bahwa institut yang dipimpinnya itu telah melakukan kerjasama pengembangan bahasa Arab dan Al Quran kepada lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia.

Ia menyebut bahwa kerja sama dengan Indonesia dirasakan memiliki kekhususan.

Kekhususan itu di antaranya, Indonesia adalah negara yang paling banyak menjalin kerjasama dengan Ummul Qura khususnya dalam keikutsertaannya di pelatihan-pelatihan pembelajaran bahasa Arab.

Syafruddin mengatakan, dirinya menaruh harapan besar agar pesantren-pesantren dapat lebih meningkatkan kerjasama dengan Ummul Qura khususnya dalam peningkatan mutu pembelajaran bahasa Arab dan Al Quran.

OKI Undang Khusus Syafruddin di Seminar Kemanusiaan PascaPandemi di Jeddah

Syafruddin juga mengapresiasi kesepakatan peningkatan kerjasama pesantren-pesantren itu dengan Ummul Qura.

Jika pesantren bisa meningkatkan mutunya melalui kerja sama ini, maka dengan sendirinya umat akan maju karena pesantren merupakan basis pendidikan dan pengkaderan ulama di masa depan.

Pemimpin Pesantren Darunnajah, KH Sofwan Manaf mengatakan bahwa saat ini ada 30-an utusan pesantren yang sedang melaksanakan daurah atau pelatihan pembelajaran bahasa Arab dan Al Quran di Madinah selama 1 bulan.

Pemimpin Pondok Modern Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi mengungkapkan bahwa kelebihan pelatihan di Ummul Qura, para peserta bisa sekalian melaksanakan ibadah umrah; bisa belajar sambil beribadah.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved