OKI Undang Khusus Syafruddin di Seminar Kemanusiaan PascaPandemi di Jeddah
Wakil Presiden Muslim Melayu Internasional ini, berselang sehari setelah Syafrudddin bertemu ulama kharismatik Makkah Syeikh Ahmad bin Alwi Almaliki
TRIBUN-TIMUR.COM, TRIBUN -- Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (purn) Syafruddin Kambo (58), Senin (10/10/2022), diundang khusus Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) menghadiri konferensi dan seminar “Connecting Further at the Post-Covid-19 Contemporary World: Enhancing Dialogue between the Islamic World and other Great Civilizations”, di Jeddah, Arab Saudi.
"Saya dapat undangan khusus dari Sekjen OKI, bersama delegasi dari 45 negara lain," kata Syafruddin kepada Tribun, Senin (10/10/2022) petang, waktu Indonesia.
Mantan Wakapolri ini, mendapat sesi khusus untuk membicatakan pentingnya perdamaian dunia dan ikut andil dalam menghentikan perang yang melibatkqn Rusia dan Ukraina, dan dampak langsung ke negara-negara Islam.
Seminar dibuka Sekjen OKI dan dipandu Asisten Sekretaris Jenderal OKI untuk Urusan Kemanusiaan, Budaya dan Sosial, Duta Besar Tarig Ali Bakheet, ini membahas langkah dunia Islam Kontemporer, pasca-pandemi Covid-19, untuk meningkatkan dialog antardunia Islam dan Peradaban Besar lainnya”.
Partisipasi Wakil Presiden Muslim Melayu Internasional ini, hanya berselang sehari setelah Syafrudddin bertemu ulama kharismatik Makkah Abuya Syeikh Ahmad bin Mohammad Alwi Al Maliki di Mekkah, dan tiga hari setelah diterima Grand Sheikh Alazhar Prof Dr Ahmad Thayyib di Kairo, Mesir.
Lawatan sepekan Syafruddin ke Timur Tengah, bersama Ketua Umum DMI, dan Rektor UIII Prof Dr Kamaruddin Hidayat.
Khusus untuk seminar dan konferensi dunia Islam, Syafruddin mendapat undangan dan menjadi delegasi khusus dari Indonesia, dan Asia Tenggara.
Dari laman resmi OKI, seminar ini merujuk resolusi No. 1/48-C Sidang ke-48 Dewan Menteri Luar Negeri OKI (CFM).
Sebagai delegasi dari Asia Tenggara
Forum ini bertujuan mengeksplorasi pandangan dari dunia Islam tentang bagaimana mereka memandang pandemi global dari perspektif peradaban dan bagaimana mereka mengharapkan kerja sama internasional terjadi dalam kasus-kasus seperti itu.
Seminar ini juga, Syafruddin memaparkan pengalaman negara dan Muslim Indonesia dalam mengelola dan menghadapi pandemi global, terutama persiapan mereka untuk bahaya serupa di masa depan.
"Salah satu kesepakatan strategis dari pertemuan itu adalah rokemendasi negara-negara Islam, dan peran ulama dan lembaga pendidikan untuk memperkuat kerja sama antara OKI dan negara-negara besar dalam mengatasi bahaya global di masa mendatang," ujar Syafrudddin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/okisyafruddin_2022.jpg)