Opini
Setop Bully Pesantren
Sudah menjadi rahasia umum bahwa pesantren sering menjadi pilihan orang tua yang menginginkan anaknya menjadi lebih baik.
Jika melihat pergolakan perkembanan zaman dan pergaulan anak remaja yang saat ini semakin hari semakin bebas.
Maka, penulis berpendapat bahwa pesantren saat ini menjadi tempat paling aman untuk anak didik.
Mengingat pesantren menjamin keamanan anak selama 24 jam dan pada umumnya pesantren mengisolasi santrinya selama 24 jam dalam lingkungan pesantren.
Setidaknya remaja yang dimasukkan ke dalam pesantren akan lebih terjamin terhindar dari pergaulan bebas seperti balapan liar, bahkan tidak jarang remaja sekarang terjerumus dalam kasus begal, kecelakaan lalu lintas akibat balap liar, dan masih banyak lagi.
Di pesantren sudah tidak asing lagi bahwa setiap pesantren lebih mengarah pada pendidikan akhlak, bagaimana setiap pesantren menjadi solusi bagi generasi penerus untuk pembentukan karakter.
Mulai dari karakter moral, karakter akhlak, karakter sosial, hingga karakter agamis, sehingga tidak sering didapati pesantren yang memakai motto menciptakan lulusan yang mampu menyeimbangkan IMTAQ ( Iman dan Taqwa).
Sudah menjadi rahasia umum bahwa pesantren sering menjadi pilihan orang tua yang menginginkan anaknya menjadi lebih baik.
Bahkan itulah sebabnya dalam pesantren tidak hanya diisi oleh mereka yang benar-benar ingin dididik pendidikan agama.
Pengalaman pribadi penulis, justru di pesantren lebih banyak diisi oleh mereka yang terpaksa masuk dikarenakan ketakutan orang tua terhadap pergaulan bebas yang semakin merajalela.
Penulis berpendapat bahwa pesantren kebanyakan diisi oleh mereka yang sebenarnya tidak mau mengenyam pendidikan di pesantren.
Tujuan utama mereka dimasukan ke pesantren tidak lepas dari niat orang tua agar menjadi lebih baik dan terjauhkan dari pergaulan bebas.
Kesabaran para pendidik di pesantren sering kali diuji oleh sikap santri yang agak sulit dikendalikan akibat pengaruh yang dibawa sejak sebelum masuk ke dalam pesantren.
Namun seiring berjalannya waktu, maka santri yang sebelumnya sulit menerima arahan akan berubah dengan sendirinya.
Keikhlasan para pengasuh pesantren telah banyak mengubah santri yang super aktif menjadi lebih baik.
Contoh, mungkin kita pernah menonton film bertemakan pesantren yang diisi oleh berbagai kalangan serta pemikiran yang berbeda-beda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rifai-Muhammad-Mahasiswa-Pasca-Sarjana-UIN-Alauddin-Makassar.jpg)