Kejari Maros Usut Dugaan Penyelewengan Pupuk Dinas Pertanian, Ada Petani Terdaftar Tapi Tak Terima
Sebanyak 20 saksi dari kelompok tani telah dipanggil Kejari Maros untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pupuk tahun 2021-2022.
"Sudah waktunya diusut itu Pak Kadis Pertanian. Sudah menjadi rahasia umum, jika dia yang terlibat atur proyek pertanian," kata Alhak.
Proyek DAK Dinas Pertanian diungkit
Alhak menemukan, menantu Azis mengerjakan proyek rehab Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan Lau.
Proyek tersebut senilai Rp420 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022.
"Saya sebagai warga mendukung Kejari mengusut kasus-kasus di pertanan," kata dia.
Ia mengaku heran dengan tindakan Dinas Pertanian yang anggarkan bangunan dengan harga 'mahal' baru kondisinya tak rampung.
Bukan hanya menantu Azis, Alhak juga menemukan jika menantu Suhartina Bohari juga mengerjakan proyek Lumbung Pangan di Kecamatan Bontoa dengan anggaran Rp550 juta bersumber dari DAK.
"BPP Lau dikerjakan menantu Kadis Pertanian. Kalau Lumbung Pangan di Bontoa dikerjakan menantu Ibu wakil bupati," kata dia.
Dia duga, pekerjaan besar Dinas Pertanian dikerjakan kubu wakil.
"Kami minta Kejari bongkar semua permainan proyek Dinas Pertanian dan dinas-dinas lain seperti Dinas PU," kata dia.
Sementara Azis mengaku tak tahu soal proyek yang dikelola dinasnya.
"Saya tidak tahu itu (proyek). Semua Pak Bupati," kata dia beberapa waktu lalu.
Hingga berita ini diturunkan, penulis masih berusaha mendapatkan konfirmasi lengkap dari Suhartina Bohari dan Abdul Azis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolase-Kepala-Dinas-Pertanian-Maros-Abdul-Azis-uang-dan-pupuk-subsidi.jpg)