Opini
Ulama dan Gatekeeper
Ulama adalah salah satu entitas yang juga bisa berperan sebagai gatekeeper, dia berfungsi menjaga, memelihara dan mengembangkan ajaran-ajaran agama.
Terlepas dimaknai seperti apa, yang pasti ulama seperti Puang Makka harus menjadi gatekeeper, dia harus menjaga, bahkan kalau perlu mengawal para pejabat dan calon pejabat agar dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahah, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selalu pada jalur yang benar dan dilandasi dengan ajaran agama.
Selama ini terkesan para pejabat, sebahagian sangat angkuh dengan dirinya, dengan kelompoknya dan nyaris melupakan ulama, akibatnya banyak yang lupa diri, seolah-olah jabatan yang diperoleh atas usahanya sendiri.
Karena itulah senaknya membuat perencanaan, melaksanakan program dan lupa bahwa ulama penting dilibatkan, agar setiap langkah dan tindakannya penuh dengan pertimbangan yang dilandasi dengan nilai-nilai religi.
Kehadiran para pejabat dan kandidat calon presiden tentu ini pertanda baik, namun demikian jangan pada saat ada perhelatan politik akbar seperti pemilu dan pilkada saja.
Akan tetapi pada saat setelah terpilih pun harus selalu berhubungan dan meminta petuah-petuah ulama sehingga selalu ada pengimbang antara program keduniaan dengan program keakhiratan.
Kalau ini dilaksanakan dengan baik maka kemungkinan pejabat untuk korupsi dan menyalahgunakan wewenangan sedikit berkurang, bahkan kemungkinan akan hilang.
Selama ini banyak pejabat yang tergelincir dalam pusaran korupsi dan penyalahgunaan wewenang disebabkan mereka sudah jauh dari agama, bukan hanya itu bahkan hidup dengan gaya hedonis sudah menjadi bagian dari live style mereka.
Berbagai kejadian buruk yang menimpah negeri ini seperti gempa bumi, banjir, longsor, pembunuhan berencana dalam kasus Sambo, terakhir kejadian di stadion Kanjuruhan yang menewaskan sekitar 130 jiwa penonton.
Itu adalah sebahagian kejadian yang menjadi contoh betapa keberkahan sudah tidak melekat lagi dalam kehidupan kita, keberkahan itu hilang karena kita telah meninggalkan agama, sudah jauh dari ulama.
Kita berharap semua, mudah-mudahan kehadiran para pejabat dan para kandidat calon presiden bersilaturrahmi ke ulama, seperti di kediaman KH. Abd. Rahim Assegaf Puang Makkka bisa menjadi bagian dari upaya untuk kembali menjadikan agama sebagai soko guru kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kalau ini benar-benar terjadi maka ulama akan menjadikan dirinya pada fungsi yang sesungguhnya sebagai gate keeper, menjaga para pejabat, mengawal republik ini, agar tercipta baldatun thayyibatun wa rabbun gahfur Kalimat in tertuang dalam Al-Quran, surat Saba’ ayat 15 yang menggambarkan betapa subur dan makmurnya negeri Saba’ harus berakhir saat kaumnya berpaling dan meninggalkan ketaatan kepada Allah SWT.
Allah lalu menurunkan azab dan menghapus kenikmatan-kenimatan yang sebelumnya mereka terima,kepada mereka diberi banjir yang besar dan mengganti dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang buahnya pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr” (QS:Saba: 16).
Dengan demikian negeri Saba’ yang awalnya suburdan makmur tidak lagi menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang dapat menghidupi mereka .
Perlahan negeri Saba’ pun runtuh dan musnah. al-Quran menyampaikan ayat ini ingin memperingatkan ummat muslim untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya demi menciptakan negeri yang damai, makmur dan sejahtera.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/amir-muhiddin-1-1112021.jpg)