Opini
Ulama dan Gatekeeper
Ulama adalah salah satu entitas yang juga bisa berperan sebagai gatekeeper, dia berfungsi menjaga, memelihara dan mengembangkan ajaran-ajaran agama.
Oleh
Amir Muhiddin
Dosen FISIP Unismuh Makassar/Dewan Pakar Rasindo
TRIBUN-TIMUR.COM - Secara leksikal gatekeeper diartikan sebagai penjaga gawang dan secara gramatikal dimaknai sebagai orang yang berperan sebagai regulator yang mengatur arus informasi, apakah bisa menjadi berita dan layak untuk dipublikasi atau tidak.
Bittner mengistilahkan gatekeeper sebagai individu-individu atau kelompok yang memantau arus informasi dalam sebuah saluran komunikasi massa.
Gatekeeper, bisa juga dimaknai lebih luas sebagai orang atau kelompok yang bisa menjaga, memelihara dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan agar ia berada pada jalur yang benar dalam rangka kemanusiaan.
Jadi gatekeeper selalu berupaya agar ilmu pengetahuan dan kebudayaan dari manusia dan untuk kemanusiaan, bukan untuk kekuasaan dan menciptakan perang kemudian menyensarakan kehidupan manusia, dalilnya ilmu pengetahuan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan ansick, tetapi sekali lagi untuk kemanusiaan.
Ulama adalah salah satu entitas yang juga bisa berperan sebagai gatekeeper, dia berfungsi menjaga, memelihara dan mengembangkan ajaran-ajaran agama dan dalam waktu bersamaan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Petuah-petuan ulama sangat diharapkan agar ummat memperoleh pencerahan dan pada gilirannya agama bisa menjadi rahmat, penuntun dan pengendali dalam kehidupan ummat, bukan menjadi pemantik lahirnya konflik dan membuat masyarakat menjadi terpecah belah.
Satu bulan terakhir ini ada salah seorang ulama di Makassar yang sangat sering didatangi oleh pejabat, termasuk petinggi pemerintahan dari Jakarta.
Beliau adalah KH Abd Rahin Assegaf Puang Makka, anak kandung ulama kharismatik, KH Jamaluddin Puang Ramma.
Beberapa tahun lalu malah KH Ma’ruf Amin, kini sudah menjadi Wakil Presiden, pun pernah berkunjung dan bersilaturrahmi dengan Puang Makka.
Kemudian minggu lalu PLT Partai Persatuan Pembangunan Mardiono (3/8/2022) juga bersilaturrahmi dengan Puang Makka, menyusul (8/10/2022) Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, salah seorang kandidat calon presiden juga bersilaturrahmi.
Silaturrahmi para pejabat dan kandidat peserta pemilu, tentu dimaknai beragam oleh masyarakat, ada yang positif, tetapi tidak sedikit juga yang negatif.
Dimaknai positif, karena ulama memang fungsinya memberi petuah, pencerahan, nasehat agar para pejabat tetap dalam koridor, menjalankan kekuasaan penuh tanggung jawab dan selalu atas landasan agama.
Dimaknai negatif, karena boleh jadi silaturrahmi itu dijadikan sebagai media untuk mendukung dan dari dukungan itu memberi pengaruh pada elektabilitas kandidat.
Posisi seperti ini tentu dianggap ulama tidak netral, dan berada digaris kelompok calon tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/amir-muhiddin-1-1112021.jpg)